Jangan Asal Simpan, Begini Cara Menjaga Ubi Kayu

  • 06 Okt 2026 18:02 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Ubi kayu atau singkong merupakan salah satu pangan lokal yang mudah ditemukan dan banyak diolah menjadi berbagai makanan. Namun, berbeda dengan beberapa jenis umbi lainnya, ubi kayu segar termasuk bahan pangan yang cepat mengalami penurunan mutu setelah dipanen.

Jika terluka, terbentur, atau disimpan dalam kondisi yang kurang tepat, bagian dalamnya dapat berubah warna dan kemudian mengalami pembusukan. Karena itu, cara menyimpan ubi kayu perlu diperhatikan sejak awal.

Langkah pertama, pilih ubi kayu yang masih segar, keras, tidak berlendir, dan tidak menunjukkan tanda-tanda busuk. Hindari menyimpan ubi yang sudah banyak mengalami luka atau kerusakan, ubi kayu yang terluka lebih mudah mengalami kerusakan setelah panen. FAO menjelaskan kerusakan fisiologis pada singkong dapat mulai muncul dalam waktu sekitar 24 jam setelah panen, sedangkan kerusakan akibat mikroorganisme dapat berkembang beberapa hari kemudian.

Karena itu, jika ubi kayu akan segera dimasak, sebaiknya jangan menyimpannya terlalu lama. Simpan dalam kondisi bersih dan kering, hindari tempat yang terlalu lembap, serta jauhkan dari bahan pangan lain yang sudah busuk.

Untuk penyimpanan lebih lama, ubi kayu dapat diolah terlebih dahulu menjadi produk yang lebih awet, misalnya dikupas, dipotong, kemudian diolah sesuai kebutuhan. Prinsipnya, semakin lama ubi kayu segar disimpan, semakin besar perhatian yang diperlukan terhadap perubahan mutu dan kerusakannya.

Ada satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan, ubi kayu mengandung senyawa glikosida sianogenik yang secara alami dapat menghasilkan sianida. Kandungannya berbeda-beda menurut jenis dan kondisi ubi. Karena itu, ubi kayu sebaiknya tidak dikonsumsi mentah dan perlu diolah dengan cara yang tepat.

Literatur ilmiah mengenai singkong menjelaskan bahwa proses seperti pengupasan, perendaman, perebusan, pengeringan, atau fermentasi dapat membantu mengurangi senyawa tersebut. Jadi menyimpan ubi kayu tidak cukup hanya memasukkannya ke tempat penyimpanan. Pilih yang masih bagus, minimalkan benturan dan luka, jangan menyimpan terlalu lama, serta segera olah jika kualitasnya mulai menurun.

Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan bahwa keamanan pangan harus diperhatikan sejak pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian. Dengan penyimpanan dan pengolahan yang tepat, pangan lokal seperti ubi kayu dapat tetap aman dan bermanfaat untuk keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....