Munculnya Desa Koto Masjid yang Terendam di Waduk PLTA Koto Panjang

  • 05 Okt 2026 14:17 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang di perbatasan Riau dan Sumatera Barat menjadi salah satu proyek besar yang membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Kehadiran waduk membuat kawasan yang sebelumnya berupa permukiman, lahan pertanian, dan kawasan hutan berubah menjadi hamparan perairan yang luas.

Di balik manfaat pembangkit listrik tersebut, terdapat kisah masyarakat yang harus meninggalkan kampung halaman karena wilayah tempat tinggal mereka masuk dalam kawasan genangan waduk. Desa-desa yang terdampak pembangunan waduk menyimpan cerita panjang tentang kehidupan masyarakat sebelum kawasan tersebut digenangi air. Dahulu, masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari di lingkungan desa, mengelola kebun, bertani, mencari ikan, serta membangun hubungan sosial yang erat antarsesama, ketika pembangunan PLTA Koto Panjang berlangsung, sebagian masyarakat kemudian direlokasi ke kawasan permukiman baru.

Dikutip dari Jurnal IPTEKIN Provinsi Riau, perpindahan tersebut bukan sekadar memindahkan rumah dari satu tempat ke tempat lain. Bagi masyarakat, kampung halaman merupakan bagian penting dari sejarah keluarga dan kehidupan sosial. Rumah, kebun, tempat ibadah, jalan kampung, serta lingkungan tempat mereka tumbuh menjadi kenangan yang tidak mudah digantikan.

Karena itu, kisah relokasi masyarakat terdampak PLTA Koto Panjang juga merupakan cerita mengenai perubahan kehidupan dan proses beradaptasi dengan lingkungan baru. Setelah waduk terbentuk, bekas kawasan permukiman secara perlahan berada di bawah permukaan air. Hamparan waduk yang kini terlihat indah dari sejumlah lokasi wisata sebenarnya menyimpan jejak sejarah masyarakat yang pernah tinggal di kawasan tersebut. Pada waktu tertentu, cerita tentang kampung lama kembali dikenang oleh warga yang pernah menetap di sana, terutama ketika mereka menceritakan lokasi rumah, kebun, maupun tempat-tempat yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Keberadaan Waduk PLTA Koto Panjang kemudian memberikan wajah baru bagi kawasan tersebut. Selain menjadi bagian penting dalam sistem pembangkitan listrik, waduk juga berkembang menjadi kawasan yang memiliki potensi perikanan dan wisata. Aktivitas seperti budidaya ikan menggunakan keramba, memancing, serta wisata menikmati panorama perairan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sekitar waduk.

Dengan demikian, kawasan yang dahulu menjadi ruang permukiman kini memiliki fungsi baru bagi masyarakat dan perekonomian setempat. Namun kenangan tentang desa yang terendam tetap menjadi bagian penting dari sejarah pembangunan PLTA Koto Panjang.

Cerita para warga yang pernah tinggal di kawasan tersebut menjadi sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya mengenai bagaimana kehidupan masyarakat sebelum terbentuknya waduk. Dokumentasi sejarah, cerita lisan, dan penelusuran lokasi lama dapat menjadi cara untuk menjaga ingatan tentang kampung-kampung yang telah berubah akibat pembangunan.

Jejak desa yang terendam Waduk PLTA Koto Panjang pada akhirnya bukan hanya cerita tentang kehilangan sebuah tempat tinggal. Kisah tersebut juga menggambarkan perjalanan masyarakat dalam menghadapi perubahan besar, meninggalkan kampung lama, membangun kehidupan baru, sekaligus mempertahankan kenangan terhadap tanah kelahiran. Di balik luasnya permukaan waduk, tersimpan sejarah dan cerita manusia yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan pembangunan PLTA Koto Panjang di Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....