Percikan Minyak Panas, Jangan Oles Odol

  • 04 Okt 2026 21:15 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID.Pekanbaru-Percikan minyak panas saat memasak bisa datang tanpa diduga. Kulit yang terkena minyak biasanya langsung terasa perih, panas, bahkan dapat memerah atau melepuh. Dalam kondisi panik, sebagian orang masih memilih mengoleskan pasta gigi karena dianggap bisa membuat kulit terasa dingin. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat mengiritasi kulit dan memperburuk luka. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa pasta gigi bukan pertolongan yang tepat untuk luka bakar.

Lantas, apa yang harus dilakukan? Segera jauhkan bagian tubuh dari sumber panas, kemudian alirkan air bersih yang sejuk atau bersuhu ruang ke area yang terbakar. Pendinginan dengan air mengalir membantu menurunkan panas pada jaringan kulit dan mengurangi rasa sakit. Kemenkes dalam Buku Saku Bantuan Hidup Dasar juga menyebutkan bahwa luka bakar perlu didinginkan dengan air dan menyarankan untuk tidak menggunakan bahan lain seperti pasta gigi atau kopi.

Bagaimana dengan lidah buaya atau tomat yang sering disebut sebagai obat rumahan? Lidah buaya memang dikenal dalam perawatan kulit tertentu, tetapi untuk luka bakar akut, pedoman pertolongan pertama tidak menjadikannya sebagai langkah utama. Bahkan WHO mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan menempelkan bahan rumah tangga pada luka bakar karena dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Jadi, jangan buru-buru mencari tomat atau tanaman lidah buaya. Air mengalir justru menjadi pertolongan pertama yang lebih penting.

Setelah didinginkan, jangan memecahkan lepuhan yang muncul. Hindari pula mengoleskan minyak goreng, odol, es batu, kecap, atau bahan lain ke bagian yang terluka. Untuk luka bakar ringan, area tersebut dapat dilindungi dengan penutup yang bersih dan tidak melekat pada luka. Jika luka bakar luas, dalam, mengenai wajah, tangan, kaki, alat kelamin, persendian, atau menyebabkan nyeri berat, segera cari pertolongan medis. Kemenkes juga menegaskan bahwa luka bakar yang lebih berat membutuhkan penanganan fasilitas kesehatan.

Satu hal sederhana ini sering terlupakan: jangan panik dan jangan asal mengoleskan sesuatu. Beberapa detik pertama setelah terkena minyak panas justru sangat penting. Tinggalkan kebiasaan menggunakan pasta gigi dan utamakan air mengalir untuk mendinginkan luka. Dengan pertolongan pertama yang tepat, risiko luka menjadi semakin parah dapat dikurangi. Untuk rujukan lebih lanjut, masyarakat dapat membaca Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Luka Bakar yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI serta panduan luka bakar dari WHO.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....