Tambah Cuka saat Merebus Telur, Benarkah Cangkang Aman
- 04 Okt 2026 00:17 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Merebus telur terlihat sederhana, tetapi terkadang muncul masalah yang membuat kesal, yaitu cangkang telur retak dan putih telur keluar ke dalam air. Ada tips yang sering beredar, yaitu menambahkan sedikit cuka ke dalam air rebusan.
Cara ini memang menarik untuk dicoba, tetapi perlu diketahui bahwa cuka bukanlah jaminan agar cangkang telur tidak retak. Retaknya telur lebih banyak berkaitan dengan perubahan suhu, kondisi cangkang, serta tekanan dari bagian dalam telur ketika dipanaskan.
Lalu, apa sebenarnya manfaat cuka? Jika cangkang telur mengalami retakan kecil ketika direbus, sifat asam pada cuka dapat membantu putih telur yang keluar menggumpal lebih cepat. Dengan begitu, putih telur tidak terlalu banyak menyebar ke dalam air rebusan.
Jadi, cuka lebih tepat dianggap sebagai penolong ketika telur retak, bukan bahan ajaib untuk mencegah retaknya cangkang. Penjelasan mengenai efek cuka terhadap putih telur juga didukung oleh sumber ilmu memasak dan kimia pangan.
Agar telur tidak mudah retak, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Hindari menjatuhkan telur dengan keras ke dalam panci dan jangan membuat air mendidih terlalu bergolak.
Telur juga dapat dimasukkan secara perlahan menggunakan sendok. Penelitian tentang telur rebus menunjukkan bahwa kekuatan cangkang dan perubahan suhu merupakan beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya retakan. Karena itu, cara memasak yang lebih lembut justru lebih penting daripada hanya mengandalkan tambahan cuka.
Setelah telur matang, perhatikan pula keamanan pangan. Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat agar makanan diolah dengan cara yang aman dan dimasak dengan benar.
Untuk telur, Kemenkes juga menyarankan agar telur dimasak hingga matang sempurna karena telur yang masih mentah atau setengah matang dapat membawa risiko bakteri seperti Salmonella. Karena itu, selain memikirkan cangkang yang tetap utuh, kematangan telur juga harus menjadi perhatian utama.
Jadi, boleh saja menambahkan sedikit cuka ketika merebus telur, tetapi jangan menganggapnya sebagai cara pasti mencegah cangkang retak. Yang lebih penting adalah menangani telur dengan hati-hati, menghindari perubahan suhu yang terlalu mendadak, dan memasaknya dengan benar.
Buku The Science of Cooking karya Stuart Farrimond juga membahas bagaimana panas, asam, dan perubahan struktur protein memengaruhi proses memasak telur. Dengan memahami sedikit ilmu di balik masakan, tips sederhana di dapur pun bisa digunakan dengan lebih tepat dan tidak sekadar mengikuti mitos.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....