Mengenal Pengertian dan Cara Mengatasi Sunk Cost Fallacy
- 27 Agt 2026 22:15 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pernahkah merasa bosan saat menonton film di bioskop namun tetap bertahan sampai selesai, hanya karena merasa sayang tiket sudah dibeli? Atau mungkin dalam suatu hubungan tetap dilanjutkan walaupun sudah tidak sehat? Jebakan emosional ini dikenal dengan istilah Sunk Cost Fallacy.
Menurut Halodoc, Sunk Cost Fallacy adalah bias kognitif seseorang untuk terus melanjutkan suatu usaha, investasi, atau keputusan karena sudah mengeluarkan sumber daya dalam jumlah banyak di masa lalu. Dalam ilmu ekonomi, sunk cost adalah biaya yang sudah keluar dan tidak dapat dipulihkan kembali (unrecoverable).
Secara logika, biaya di masa lalu ini seharusnya tidak boleh memengaruhi keputusan saat ini maupun di masa depan. Namun, otak manusia sering kali gagal memisahkan antara kerugian yang sudah terjadi dengan keputusan yang harus diambil hari ini.
Manusia sering terjebak bias kognitif ini karena secara alami merasa sangat tidak nyaman saat harus mengakui kerugian atau kegagalan. Selama kita tidak menghentikan proyek atau hubungan tersebut, kita bisa berhalusinasi bahwa kerugian itu belum resmi terjadi.
Dalam perjalanannya, mengakui bahwa suatu keputusan itu salah sering kali melukai ego. Sehingga, menolak berhenti karena takut terlihat gagal di mata diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, otak cenderung menciptakan harapan palsu bahwa jika menambah sedikit lagi waktu atau uang, situasi buruk tersebut bisa mendadak berbalik menjadi sukses.
Melepaskan sesuatu yang telah diperjuangkan memang tidak mudah, tetapi beberapa langkah ini bisa membantu berpikir lebih rasional:
- Sadari Bahwa Uang/Waktu Tersebut Tidak Akan Kembali: Pahami bahwa menghentikan atau melanjutkan suatu hal tidak akan mengembalikan uang atau waktu yang sudah terlanjur keluar. Waktu dan uang tersebut sudah hilang, terlepas dari apa pun keputusanmu selanjutnya.
- Fokus pada Biaya Masa Depan (Opportunity Cost): Daripada bertanya "Berapa banyak yang sudah saya keluarkan?", bertanyalah: "Jika saya terus bertahan, berapa banyak lagi waktu, uang, dan energi yang akan terbuang sia-sia di masa depan?"
- Gunakan Uji "Mulai dari Nol": Bayangkan jika kamu tidak pernah berinvestasi pada situasi ini sebelumnya. Apakah hari ini kamu akan memilih untuk memulainya? Jika jawabannya "tidak", maka itu tanda jelas untuk segera berhenti.
Keputusan yang bijak tidak diukur dari seberapa banyak hal yang telah kamu korbankan di masa lalu, melainkan dari seberapa besar manfaat yang akan kamu dapatkan di masa depan. Berani melepas sunk cost bukanlah tanda menyerah, melainkan bentuk kecerdasan untuk melindungi masa depanmu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....