Cara Mengatasi Kebahagiaan sementara akibat Hedonic Treadmill
- 27 Agt 2026 21:41 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Setelah membeli barang yang diinginkan lama, biasanya dalam beberapa minggu setelah impian itu terwujud, rasa bahagia yang tadinya meledak-ledak perlahan pudar. Rasanya menjadi biasa saja, hingga akhirnya mulai mengincar barang baru lainnya.
Siklus tak berujung ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai Hedonic Treadmill. Hedonic Treadmill (atau Hedonic Adaptation) adalah kecenderungan psikologis manusia untuk dengan cepat kembali ke tingkat kebahagiaan standar (baseline) setelah mengalami peristiwa sangat positif atau sangat negatif dalam hidup. Singkatnya, proses di mana efek positif atau negatif terhadap kebahagiaan memudar seiring waktu.
Berdasarkan The Decision Lab, istilah ini pertama kali dicetuskan oleh Brickman dan Campbell pada tahun 1971, sebelum disempurnakan oleh psikolog Michael Eysenck. Fenomena ini dianalogikan seperti berlari di atas treadmill: seberapa cepat pun kamu berlari mengejar keinginan baru, posisi kamu sebenarnya tetap diam di tempat yang sama.
Hal tersebut dapat terjadi karena otak manusia dirancang untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan. Kebiasaan baru, tingkat kenyamanan baru, atau kemewahan baru dengan cepat dianggap sebagai standar normal yang baru. Begitu mencapai suatu target, standar kepuasan juga akan ikut naik.
Jika tidak disadari, jebakan ini membawa dampak nyata bagi kesejahteraan mental dan finansial:
- Lifestyle Creep (Kenaikan Gaya Hidup): Setiap kali penghasilan naik, pengeluaran ikut naik demi mengejar rasa senang yang sama, sehingga tabungan tidak pernah bertambah.
- Rasa Ketidakpuasan Kronis: Selalu merasa ada yang kurang dalam hidup karena kebahagiaan yang dicari hanya bersifat sementara (dopamine hit singkat).
- Konsumerisme Berlebihan: Membeli barang bukan karena fungsi atau kebutuhan mendesak, melainkan hanya demi dorongan emosional singkat saat checkout.
Kecenderungan ini dapat diatasi dengan mengalihkan mencari kesenangan jangka pendek dan sebagai gantinya mengarahkan pandangan pada pertumbuhan, makna, dan tujuan. The Decision Lab menjabarkan beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
- Latih Kesadaran Penuh: Fokuskan perhatian sepenuhnya pada aspek menyenangkan saat ini. Hal ini dapat membantu menghargai hal-hal kecil yang membawa kebahagiaan, alih-alih selalu mengejar kebahagiaan di masa depan.
- Membangun Hubungan: Hedonic treadmill dapat menyebabkan rasa monoton dalam hubungan jangka panjang. Oleh karena itu, mulailah membangun hubungan dan berkembang bersama orang-orang di sekitar.
- Kejar Tujuan yang Bermakna: Lakukan aktivitas yang dirasa bermakna bagi diri sendiri, bukan karena bermakna bagi orang lain atau dihargai oleh masyarakat. Hal ini membantu memberikan makna pada kehidupan sehari-hari
Kecenderungan ini akan memburuk dengan kurangnya kesadaran diri. Sehingga, dengan menyadari dan memahami diri sendiri, fokus hidup bukan lagi mengenai kesenangan jangka pendek. Dengan menyadari kerja Hedonic Treadmill, berhentilah berlari di tempat dan mulai menikmati apa yang sudah ada di tanganmu hari ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....