Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri, Bukan Tentang Mengalahkan Orang Lain
- 25 Agt 2026 14:44 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menjadi versi terbaik dari diri sendiri sering kali dipahami sebagai keberhasilan dalam mencapai sesuatu. Seseorang dianggap telah menjadi versi terbaik ketika sukses, menjadi juara, populer, disegani, hingga memiliki banyak uang. Namun, anggapan ini justru menjadi salah satu pemahaman yang perlu diluruskan.
Menurut Dr. Laili Ramadani dari Dakwah Mandiri Riau, dalam Program Religi Night, 14 Agustus 2026, menjadi versi terbaik tidak harus ditandai dengan pencapaian yang terlihat oleh orang lain. Hal yang lebih penting adalah kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya, mulai dari kelebihan, kekurangan, hingga potensi yang dimiliki.
“Sebenarnya kita dipandang menjadi versi terbaik kita itu adalah ketika kita tahu siapa diri kita, apa kelebihan kita, apa kekurangan kita yang perlu kita upgrade,” jelas Dr. Laili Ramadani.
| Baca juga: Bolehkah Curhat dengan AI |
Ia melanjutkan, setelah mengenali diri sendiri, seseorang dapat menentukan tujuan yang sesuai dengan potensi dan hal yang disukainya. Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan belajar, mengembangkan kemampuan, serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan.
Laili menekankan, evaluasi diri sebaiknya tidak dilakukan dengan membandingkan diri dengan orang lain. Perbandingan yang lebih sehat adalah melihat perkembangan diri sendiri dari waktu ke waktu.
“Yang kita bandingkan itu adalah diri kita yang sekarang sama diri kita yang kemarin,” katanya.
| Baca juga: Teguh Hati dalam Iman |
Ia memberikan contoh sederhana. Seseorang yang sebelumnya terlambat masuk kantor selama lima menit, kemudian mampu mengurangi keterlambatan menjadi satu menit, sebenarnya telah mengalami kemajuan. Meskipun belum sempurna, perubahan tersebut menunjukkan adanya usaha untuk menjadi lebih baik.
Menurut Laili, proses menjadi versi terbaik tidak harus selalu menghasilkan pencapaian besar dalam waktu singkat. Kemajuan kecil yang dilakukan secara konsisten juga merupakan bagian dari proses tersebut.
“Walaupun masih terlambat, tapi setidaknya kamu bergerak ke arah yang lebih baik. Kita bersyukur dengan itu,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa seseorang tidak perlu merasa gagal hanya karena melihat orang lain lebih unggul dalam bidang tertentu. Setiap manusia memiliki potensi yang berbeda sehingga keberhasilan orang lain seharusnya tidak menjadi alasan untuk merendahkan diri sendiri.
Dengan demikian, menjadi versi terbaik bukanlah perlombaan untuk mengalahkan orang lain. Versi terbaik adalah ketika seseorang terus mengenali dirinya, mengembangkan potensi, memperbaiki kekurangan, serta bergerak sedikit demi sedikit menuju kehidupan yang lebih baik dan bermakna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....