Matcha Menjadi Alternatif Kopi

  • 24 Agt 2026 16:49 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kebutuhan akan dorongan energi di tengah padatnya aktivitas harian kerap membuat kopi menjadi pilihan utama. Namun, meningkatnya tren gaya hidup sehat membuat matcha mulai dilirik sebagai penyuplai kafein alternatif yang menjanjikan pengalaman berbeda bagi tubuh.

Meskipun sama-sama mengandung stimulansia, kadar kafein pada matcha dan kopi berada pada tingkatan yang berbeda. Menurut laporan ilmiah yang dirilis Food & Drug Administration (FDA), satu cangkir kopi (8 ons) rata-rata mengandung 80 hingga 100 miligram kafein, sementara porsi matcha dengan ukuran setara umumnya mengandung sekitar 38 hingga 88 miligram kafein.

Sensasi energi yang dihasilkan kedua minuman ini pun dirasakan amat kontras oleh tubuh. Penelitian dari Psychopharmacology mengungkap bahwa matcha mengandung senyawa asam amino khas bernama L-theanine. Komponen ini bekerja memperlambat penyerapan kafein di dalam sistem pencernaan, sehingga lonjakan energi terjadi secara bertahap dan bertahan lebih lama tanpa memicu efek jenuh tiba-tiba (caffeine crash).

Keberadaan L-theanine ini juga memberikan nilai tambah tersendiri bagi kesehatan mental dan fokus. Riset yang dipublikasikan Nutrients menunjukkan bahwa kombinasi L-theanine dan kafein pada matcha mampu meningkatkan performa kognitif serta kewaspadaan, sekaligus menstimulasi gelombang alfa di otak yang memicu rasa rileks tanpa menyebabkan kantuk.

Bagi individu yang memiliki masalah pencernaan, matcha terbukti lebih bersahabat untuk dikonsumsi harian. Berdasarkan kajian dalam Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan, tingkat keasaman matcha relatif lebih rendah dibandingkan kopi, sehingga risiko memicu iritasi lambung, peningkatam asam lambung (GERD), maupun jantung berdebar (jittery) dapat diminimalkan.

Dari segi asupan nutrisi pelindung, matcha menyajikan konsentrasi zat aktif yang tak kalah unggul. Proses pengolahan daun teh utuh menjadi bubuk membuat tubuh menyerap secara penuh kandungan katekin EGCG dan polifenol, yang berfungsi optimal menetralkan stres oksidatif akibat paparan radikal bebas harian.

Melihat profil nutrisi serta dampaknya terhadap metabolisme, matcha sangat berpotensi menjadi alternatif pengganti kopi, khususnya bagi kalangan yang sensitif terhadap lonjakan kafein tinggi. Pengalihan ini menjadi opsi cerdas untuk menjaga kesegaran dan stamina tanpa harus mengorbankan kenyamanan pencernaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....