Dosen Unilak Kembangkan Mesin Mixer Sabun Jelantah untuk UMKM
- 22 Agt 2026 19:12 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Universitas Lancang Kuning (Unilak) terus mendorong penguatan UMKM melalui inovasi teknologi tepat guna berbasis ekonomi sirkular. Salah satunya dengan mengembangkan mesin mixer semi-otomasi untuk produksi sabun berbahan minyak jelantah bagi UMKM Bank Jatah “Bank Minyak Jelantah” di Rumbai, Kota Pekanbaru.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Yelmiza, S.Si., M.Si., M.Sc.Tech, bersama tim dosen dan mahasiswa Unilak. Program ini mendapat dukungan pendanaan BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.
UMKM Bank Jatah memiliki potensi bahan baku minyak jelantah yang cukup besar. Setiap bulan, mitra mampu mengumpulkan sekitar 6 hingga 10 ton minyak jelantah dari masyarakat dan jaringan mitranya.
Selama ini minyak jelantah dikumpulkan melalui sejumlah skema, mulai dari tabungan jelantah, jual beli langsung, sedekah minyak jelantah hingga pemasaran berbasis affiliate. Ketersediaan bahan baku tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut melalui proses hilirisasi menjadi produk yang memiliki nilai tambah, salah satunya sabun cuci padat berbahan minyak jelantah.

Ketua tim pengabdian, Yelmiza, mengatakan pemanfaatan minyak jelantah tidak cukup hanya dilakukan melalui pelatihan pembuatan sabun. Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi membutuhkan dukungan teknologi dan tata kelola yang lebih baik.
“Program ini tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun, tetapi juga bagaimana proses produksinya dapat berkembang menjadi lebih terstruktur, higienis, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Yelmiza, Sabtu 22 Agustus 2026.
Sebelumnya, produksi sabun di UMKM Bank Jatah masih menggunakan peralatan sederhana dengan kapasitas sekitar 2,5 kilogram minyak jelantah setiap proses. Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi belum optimal dan belum dapat dilakukan secara rutin.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim Unilak mengembangkan mesin mixer produksi sabun berbasis semi-otomasi. Mesin tersebut menggunakan motor sebagai penggerak mixer dengan pengaturan kecepatan melalui Variable Speed Drive (VSD).
Teknologi tersebut juga didukung Programmable Logic Controller (PLC) dan sensor ultrasonik sehingga operator dapat mengatur sekaligus memantau proses pengadukan sesuai kebutuhan produksi.
Kecepatan dan torsi pengadukan dapat disesuaikan dengan kondisi campuran. Wadah produksi juga dirancang dengan mempertimbangkan kebersihan proses serta ketahanan terhadap bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun.
Dengan teknologi tersebut, proses pencampuran diharapkan menghasilkan campuran yang lebih homogen, waktu produksi lebih terkendali, serta meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap.
Pendampingan yang dilakukan tim Unilak tidak berhenti pada penyediaan mesin. Tim juga membantu mitra menata kembali layout ruang produksi dan menyusun Standard Operating Procedure (SOP).
Ruang produksi diarahkan menggunakan konsep alur satu arah, mulai dari penerimaan dan penyimpanan minyak jelantah, proses penjernihan, persiapan bahan, pencampuran menggunakan mesin mixer, pencetakan, pematangan hingga penyimpanan produk jadi.

Penataan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mengurangi risiko kontaminasi dan memudahkan pengendalian kualitas produk.
Sementara itu, SOP disusun sebagai pedoman agar setiap tahapan produksi dapat dilakukan secara konsisten. SOP mencakup persiapan bahan, penggunaan peralatan, pengoperasian mesin, pencetakan, penyimpanan produk, kebersihan ruang produksi hingga perawatan mesin.
Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun juga memberikan manfaat dari sisi lingkungan dan ekonomi. Minyak bekas yang berpotensi mencemari saluran air maupun tanah dapat dialihkan menjadi bahan baku produk yang memiliki nilai guna.
Di sisi ekonomi, pengolahan minyak jelantah menjadi sabun membuka peluang peningkatan nilai tambah bagi UMKM sekaligus menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.
Model pengumpulan yang selama ini diterapkan Bank Jatah juga membuat masyarakat mulai melihat minyak jelantah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
Hilirisasi tersebut sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular, dengan mempertahankan material agar tetap memiliki nilai guna lebih lama sekaligus mengurangi limbah yang berakhir di lingkungan.
Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas UMKM, mendorong inovasi proses produksi serta mengurangi dampak lingkungan.
Keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersedianya mesin mixer, tetapi juga dari kemampuan mitra mengoperasikan teknologi secara mandiri, menerapkan SOP, menjaga konsistensi produk dan meningkatkan kapasitas produksi.
Pendampingan selanjutnya diarahkan pada evaluasi proses produksi, penerapan tata letak ruang, perawatan mesin, pengendalian mutu hingga pengembangan pemasaran produk.
Dengan perpaduan teknologi tepat guna, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan tata kelola, UMKM Bank Jatah diharapkan mampu berkembang dari sekadar kegiatan pengumpulan minyak jelantah menjadi usaha hilirisasi yang menghasilkan produk bernilai tambah.
Kolaborasi Unilak dan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak harus selalu berskala besar. Teknologi yang dirancang sesuai kebutuhan UMKM justru dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas, perlindungan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui pengolahan minyak jelantah menjadi sabun, limbah rumah tangga dan usaha kuliner dapat diubah menjadi sumber daya produktif sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi sirkular di Kota Pekanbaru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....