Bioflok dan Hidroponik Terintegrasi Dorong Ekonomi Desa Tarai Bangun
- 22 Agt 2026 19:12 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Kampar – Penerapan teknologi tepat guna melalui integrasi budidaya ikan sistem bioflok dan pertanian hidroponik mulai dikembangkan sebagai model wirausaha desa di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.
Program bertajuk “Bioflok dan Hidroponik Terintegrasi sebagai Model Wirausaha Desa: Standardisasi SOP, Tata Kelola, dan Skema Bagi Hasil BUMDes dan Karang Taruna” tersebut dilaksanakan melalui program hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun 2026, dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM), ruang lingkup Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM).
Dua mitra utama dalam program tersebut yakni BUMDes Taiba Smart yang diketuai Adi Salman dan Karang Taruna Desa Tarai Bangun yang diketuai Junaidi Faizal.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Lusi Dwi Putri mengatakan pengembangan usaha berbasis potensi desa membutuhkan sistem pengelolaan yang jelas agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menurutnya, integrasi bioflok dan hidroponik diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan budidaya, tetapi juga membangun model usaha yang memiliki nilai ekonomi dan dikelola secara profesional oleh masyarakat.
“Pengembangan usaha berbasis potensi desa perlu didukung oleh tata kelola yang baik, pembagian tugas yang jelas, serta aturan operasional yang dapat dipahami dan dijalankan bersama,” ujar Lusi, Sabtu 22 Agustus 2026.
Ia berharap BUMDes dan Karang Taruna dapat terus bersinergi dalam mengembangkan dan memanfaatkan bantuan alat Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diberikan melalui program hibah tersebut.
Sinergi juga diperkuat melalui pendampingan mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di Desa Tarai Bangun serta dukungan Pemerintah Desa Tarai Bangun.
“Dengan kolaborasi ini, kami berharap program yang telah dilaksanakan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat dan pengelola mendapatkan pendampingan mengenai pengelolaan sistem bioflok dan hidroponik. Sistem bioflok dimanfaatkan untuk budidaya ikan dengan pengelolaan kualitas air, sedangkan hidroponik menjadi alternatif pertanian yang memungkinkan pemanfaatan lahan secara lebih efisien.
Namun, program ini tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan teknologi budidaya. Tim pengabdian juga mendorong penguatan Standard Operating Procedure (SOP), tata kelola usaha, administrasi, pencatatan, pembagian peran, hingga mekanisme pembagian keuntungan.
Dr. Amalia, S.P., M.M., menilai tata kelola menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan keberlanjutan usaha yang dikembangkan BUMDes dan Karang Taruna.
“Melalui penyusunan SOP dan skema bagi hasil yang disepakati bersama, setiap pihak diharapkan memiliki kejelasan mengenai peran, tanggung jawab, dan haknya masing-masing,” ujar Amalia.
Menurutnya, kesepakatan tersebut penting untuk membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, serta memastikan usaha dapat dikelola secara transparan dan profesional.
Sementara itu, Dr. Marta Dinata, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan sistem bioflok maupun hidroponik secara mandiri.
Integrasi kedua sistem tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Tarai Bangun.
Keterlibatan generasi muda melalui Karang Taruna juga menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program, terutama dalam mendorong inovasi, pemanfaatan teknologi, pengelolaan usaha, hingga strategi pemasaran hasil produksi.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, BUMDes, Karang Taruna, dan masyarakat diharapkan mampu mengubah program tersebut menjadi unit usaha produktif yang mandiri dan berkelanjutan.
Penerapan SOP yang terstandar, tata kelola yang terarah, serta skema bagi hasil yang transparan diharapkan menjadi fondasi dalam pengelolaan usaha bioflok dan hidroponik.
Selain membuka peluang usaha baru, program tersebut diharapkan dapat memperkuat peran BUMDes dan Karang Taruna, meningkatkan keterlibatan pemuda, serta menambah nilai ekonomi dari potensi lokal yang dimiliki Desa Tarai Bangun.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis teknologi tepat guna, Desa Tarai Bangun diharapkan dapat menjadi salah satu contoh pengembangan wirausaha desa yang tumbuh dari potensi lokal, dikelola masyarakat, dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....