FOMO Membuat Hati Gen Z Gelisah
- 17 Agt 2026 19:37 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pernahkah kita merasa harus membuka media sosial karena takut ketinggalan sesuatu? Teman sedang berkumpul, ada tren baru, seseorang membeli barang yang sedang viral, atau sebuah acara ramai dibicarakan.
Perasaan takut tertinggal dari pengalaman orang lain inilah yang dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO). Bagi sebagian Gen Z, FOMO dapat membuat waktu di media sosial semakin panjang dan hati sulit merasa tenang. Penelitian mengenai Gen Z menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan media sosial, FOMO, kecenderungan membandingkan diri, dan kesejahteraan psikologis.
Masalahnya sering bermula dari kebiasaan melihat kehidupan orang lain melalui layar. Foto liburan terlihat sempurna, pencapaian teman terus bermunculan, sementara kehidupan sendiri terasa biasa saja.
Tanpa disadari, seseorang mulai bertanya, “Mengapa aku belum seperti mereka?” Dari sinilah perbandingan sosial dapat muncul. Penelitian terbaru bahkan menemukan bahwa FOMO berkaitan dengan meningkatnya keterlibatan di media sosial dan kecenderungan melakukan perbandingan sosial.
FOMO juga dapat membuat seseorang terus memeriksa ponsel, mengikuti berbagai tren, dan merasa harus selalu mengetahui apa yang sedang terjadi. Sebuah kajian sistematis pada Gen Z di Indonesia menemukan bahwa kebiasaan menggunakan media sosial dapat berhubungan dengan rasa takut tertinggal, sementara penelitian lain menunjukkan hubungan FOMO dengan penggunaan internet yang berlebihan. Namun, penting dipahami bahwa penelitian tidak berarti setiap pengguna media sosial atau setiap Gen Z pasti mengalami kecemasan karena FOMO.
Cara menghadapinya sebenarnya dapat dimulai dari hal sederhana. Tidak semua kegiatan yang sedang ramai harus diikuti. Cobalah mengurangi kebiasaan memeriksa media sosial tanpa tujuan, memberikan waktu untuk beristirahat dari layar, dan lebih banyak menikmati kegiatan nyata bersama keluarga atau teman.
Ketika melihat pencapaian orang lain, ingatlah media sosial biasanya hanya menampilkan sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Kajian tahun 2026 juga menunjukkan bahwa berbagai penelitian menemukan hubungan FOMO dengan masalah kesejahteraan digital, penggunaan internet bermasalah, serta kecemasan pada sebagian kelompok yang diteliti.
Pada akhirnya, hidup bukan perlombaan untuk mengetahui siapa yang paling cepat mengikuti tren. Ada kalanya kita memang tertinggal dari sesuatu, tetapi itu bukan berarti kita kehilangan kesempatan untuk bahagia.
Gen Z perlu belajar bahwa tidak semua hal harus dilihat, dimiliki, atau diikuti. Berani melewatkan sesuatu bukan berarti kalah; terkadang, justru di situlah kita menemukan ketenangan dan kembali menikmati hidup dengan cara sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....