Menahan Marah Menjaga Hati

  • 16 Agt 2026 20:21 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Marah adalah bagian dari perasaan manusia, setiap orang bisa marah ketika merasa kecewa, tersinggung, atau diperlakukan tidak adil. Namun, membiarkan amarah menguasai diri dapat membuat seseorang mengucapkan kata-kata yang menyakitkan atau mengambil keputusan yang kemudian disesali.

Dalam Islam, kemampuan menahan marah merupakan akhlak yang sangat mulia dan perlu dilatih dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana dikutip dari Al-Qur'an, QS. Ali Imran: 134.

Al-Qur'an memberikan gambaran yang sangat indah tentang orang yang mampu mengendalikan amarah. Dalam Surah Ali Imran ayat 134, Allah memuji orang-orang yang mampu menahan kemarahannya, memaafkan kesalahan orang lain, dan berbuat baik.

Ini menunjukkan bahwa menahan marah bukan berarti kalah atau tidak memiliki keberanian. Justru, seseorang sedang belajar mengendalikan dirinya agar tidak dikuasai oleh emosi.

Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan bahwa kekuatan seseorang bukan hanya dilihat dari kemampuan fisiknya. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika sedang marah.

Nasihat ini sangat sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam. Menahan ucapan ketika emosi memuncak, memilih diam sejenak, dan tidak langsung membalas perkataan orang lain dapat mencegah masalah menjadi semakin besar.

Menahan marah dapat dimulai dari kebiasaan kecil. Ketika emosi mulai muncul, berhentilah berbicara untuk sementara, tarik napas dengan tenang, dan jauhkan diri dari situasi yang membuat emosi semakin tinggi.

Dalam kehidupan keluarga, cara sederhana ini sangat penting karena perkataan yang keluar saat marah dapat meninggalkan luka yang sulit dilupakan. Kesabaran memberi kesempatan kepada hati dan pikiran untuk menjadi lebih tenang sebelum mengambil tindakan.

Pada akhirnya, menahan marah bukan pekerjaan yang selesai dalam satu hari, Ia membutuhkan latihan, kesabaran, dan kemauan untuk memperbaiki diri. Orang yang mampu mengendalikan amarah akan lebih mudah menjaga hubungan dengan keluarga, sahabat, dan orang-orang di sekitarnya. Karena itu, ketika amarah datang, ingatlah bahwa kemenangan terbesar bukanlah ketika kita berhasil membalas, melainkan ketika kita berhasil menguasai diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....