Menanam Alpukat dalam Pot dari Galon Bekas, Solusi Hemat dan Ramah Lingkungan

  • 03 Agt 2026 11:53 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menanam alpukat dalam pot yang terbuat dari galon bekas dapat menjadi solusi hemat sekaligus ramah lingkungan. Galon bekas air mineral yang biasanya dibuang begitu saja masih dapat dimanfaatkan sebagai pot tanaman.

Cara membuatnya pun cukup mudah karena hanya memerlukan beberapa peralatan sederhana, seperti pisau potong dan solder, paku, atau bor kecil untuk membuat lubang drainase. Alpukat merupakan salah satu tanaman yang cocok ditanam dalam pot dari galon bekas. Dengan media tanam yang baik dan perawatan yang tepat, tanaman alpukat dapat tumbuh subur hingga menghasilkan buah.

Bahan yang Dibutuhkan

Berikut bahan dan peralatan yang perlu disiapkan untuk membuat pot dari galon bekas:

1. Galon bekas air mineral berukuran 19 liter.

2. Solder, paku, atau bor berukuran kecil.

3. Kerikil atau pecahan genteng.

4. Campuran tanah, sekam, dan kompos.

Cara Membuat Pot dari Galon Bekas

- Gunakan galon bekas yang masih tebal dan tidak retak agar lebih awet digunakan dalam jangka panjang.

- Cuci galon hingga bersih untuk menghilangkan sisa air maupun kotoran yang menempel.

- Potong bagian atas galon sekitar 8–10 cm agar mulut pot menjadi lebih lebar. Langkah ini akan memudahkan saat memasukkan media tanam, menyiram tanaman, maupun melakukan pemupukan.

- Agar tampilannya lebih menarik, bagian luar galon dapat dicat sehingga terlihat lebih rapi saat diletakkan di teras atau halaman rumah.

- Selanjutnya, buat enam hingga delapan lubang pada bagian samping bawah galon dengan diameter sekitar 1 cm. Tambahkan tiga hingga empat lubang kecil pada bagian dasar galon agar air dapat mengalir lebih cepat dan tidak menggenang terlalu lama di sekitar akar tanaman.

- Setelah itu, letakkan galon di atas batu bata dengan ketinggian sekitar 5 cm agar air dapat mengalir dengan lancar.

Menurut Rappi Darmawan, seorang petani alpukat, cara ini dapat membantu mencegah bagian bawah pot tetap lembap, mengurangi risiko tumbuhnya lumut, serta memberikan pasokan oksigen yang cukup bagi akar tanaman.

Cara Menanam Alpukat dalam Galon Bekas

- Sebelum media tanam dimasukkan, isi bagian dasar galon dengan kerikil, batu-batu kecil, atau pecahan genteng setebal sekitar 5 cm. Lapisan ini berfungsi memperlancar aliran air sekaligus mencegah media tanam menutup lubang drainase.

- Selanjutnya, masukkan campuran tanah, sekam bakar atau sekam mentah, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Media tanam ini mampu menjaga kelembapan tanpa membuatnya terlalu becek. Sisakan ruang sekitar 5 cm dari bibir galon agar air tidak mudah meluap saat penyiraman.

- Pilih bibit alpukat hasil sambung pucuk atau okulasi dengan tinggi sekitar 50–80 cm karena umumnya tumbuh lebih cepat dan lebih cepat berbuah dibandingkan bibit yang berasal dari biji.

- Buat lubang tanam di tengah media, kemudian masukkan bibit secara tegak. Padatkan media di sekitar akar secara perlahan. Hindari menanam terlalu dalam karena dapat menyebabkan pangkal batang menjadi lembap dan rentan membusuk.

- Setelah penanaman selesai, siram hingga air keluar melalui lubang drainase sebagai tanda bahwa sistem pembuangan air bekerja dengan baik. Letakkan tanaman di tempat yang mendapatkan sinar matahari pagi agar bibit dapat beradaptasi tanpa mengalami stres berlebihan.

Cara Penyiraman yang Tepat

Berdasarkan informasi dari SUMEKS.CO, penyiraman yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan alpukat dalam pot:

- Jangan menyiram setiap hari apabila media tanam masih terasa lembap. Cara mudah untuk mengeceknya adalah dengan memasukkan jari sekitar 3 cm ke dalam media. Jika masih terasa dingin dan lembap, penyiraman dapat ditunda.

- Pada musim kemarau, penyiraman umumnya cukup dilakukan dua hingga tiga hari sekali, tergantung kondisi cuaca dan ukuran tanaman. Siram secara perlahan hingga air keluar dari lubang drainase, kemudian hentikan penyiraman.

- Hindari genangan air di bawah pot karena dapat meningkatkan kelembapan yang berlebihan dan memicu pembusukan akar. Dengan penyiraman yang tepat, tanaman alpukat akan tumbuh lebih kuat dan sehat.

Pemupukan Agar Alpukat Tumbuh Subur

Sekitar satu bulan setelah penanaman, berikan pupuk NPK sebanyak satu sendok makan. Taburkan pupuk secara melingkar dengan jarak beberapa sentimeter dari batang utama.

Selain pupuk kimia, tambahkan pula kompos atau pupuk kandang yang telah matang setiap dua hingga tiga bulan sekali untuk menjaga kesuburan media tanam. Unsur hara organik membantu memperbaiki struktur media sehingga tetap gembur dan tidak mudah memadat.

Apabila daun terlihat pucat, tambahkan pupuk organik cair sesuai dosis yang dianjurkan. Pemupukan secara rutin akan mendukung pertumbuhan akar, batang, dan daun secara seimbang sehingga bibit alpukat dapat tumbuh lebih cepat meskipun ditanam di dalam galon bekas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....