Makna Peribahasa "Matahari Tidak Akan Tertutup Awan Selamanya"
- 28 Jul 2026 23:07 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Peribahasa merupakan salah satu bentuk ungkapan yang telah lama menjadi bagian dari kekayaan bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang susunannya tetap dan biasanya mengandung makna kiasan, nasihat, atau pedoman hidup.
Melalui peribahasa, masyarakat mewariskan nilai-nilai kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini. Salah satu ungkapan yang sering digunakan untuk memberikan semangat adalah "Matahari tidak akan tertutup awan selamanya."
| Baca juga: Sikap Bijak Pasca Iduladha |
Meski bukan termasuk peribahasa baku yang tercantum dalam KBBI, ungkapan ini telah lama dikenal sebagai kiasan yang menggambarkan harapan, optimisme, dan keyakinan bahwa setiap kesulitan pada akhirnya akan berlalu. Ungkapan ini memiliki makna bahwa tidak ada kesulitan, penderitaan, atau masalah yang akan berlangsung selamanya.
Layaknya awan yang hanya sementara menutupi sinar matahari, berbagai tantangan dalam hidup pada akhirnya akan berlalu dan digantikan oleh keadaan yang lebih baik. Matahari melambangkan harapan, kebahagiaan, kebenaran, dan masa depan yang cerah.
Sementara awan menjadi simbol hambatan, kesedihan, kegagalan, atau cobaan hidup. Ketika awan bergerak pergi, sinar matahari akan kembali bersinar. Begitu pula dalam kehidupan, setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit setelah menghadapi masa-masa sulit.
Peribahasa ini juga mengajarkan agar seseorang tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Kesabaran, kerja keras, dan keyakinan menjadi kunci untuk melewati berbagai rintangan. Selain itu, ungkapan ini mengingatkan bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap, meskipun untuk sementara waktu tertutupi oleh kebohongan atau ketidakadilan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....