USTI Tingkatkan Nilai Ekonomis Sampah Plastik Melalui Sosialisasi dan Pelatihan

  • 24 Jul 2026 14:44 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Indonesia (USTI) melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Mesin Pencacah Plastik untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis Sampah di TPS 3R Kopling Berjaya pada Selasa, 14 Juli 2026 di Kelurahan Pulau Karomah, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola TPS 3R dalam mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai tambah sehingga mampu mendukung peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Ketua Tim Pengabdian USTI Handi Wilujeng Nugroho menjelaskan meningkatnya volume sampah plastik di Kota Pekanbaru membutuhkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan timbulan sampah, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Sampah plastik sesungguhnya masih memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila diolah dengan teknologi yang tepat. Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kemampuan pengelola TPS 3R dalam mengoperasikan mesin pencacah plastik sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas sesuai kebutuhan industri daur ulang," ujarnya dalam rilis yang disampaikan pada Jum'at, 24 Juli 2026.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) serta penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah plastik. Selanjutnya peserta memperoleh pelatihan mengenai teknik pemilahan plastik berdasarkan jenis material, pencucian bahan baku, pengoperasian mesin pencacah, prosedur keselamatan kerja, perawatan mesin, hingga teknik pengemasan hasil cacahan plastik.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung menggunakan mesin pencacah plastik dengan pendampingan dari dosen dan mahasiswa USTI. Pada sesi praktik tersebut peserta mempelajari seluruh proses produksi mulai dari pemilahan, pencucian, pencacahan, pengeringan, hingga penyimpanan hasil cacahan sebelum dipasarkan kepada pengepul maupun industri daur ulang.

Menurut tim pelaksana, selama ini sebagian besar sampah plastik yang dikelola TPS 3R masih dijual dalam bentuk utuh sehingga nilai jualnya relatif rendah. Melalui proses pencacahan, harga jual plastik dapat meningkat secara signifikan karena industri lebih membutuhkan bahan baku dalam bentuk serpihan plastik (plastic flakes) yang siap diproses lebih lanjut. Program ini juga memberikan pendampingan kepada pengelola TPS 3R dalam menyusun standar operasional penggunaan mesin, pencatatan hasil produksi, pengelolaan stok, serta strategi pemasaran hasil cacahan plastik agar usaha pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Praktik pengoperasian mesin pencacah oleh Tim Pengabdian kepada peserta pelatihan

Ketua pengelola TPS 3R Kopling Berjaya Anditya Anugrah menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan baru sekaligus meningkatkan keterampilan teknis pengelola dalam mengoptimalkan fasilitas yang telah dimiliki.

"Selama ini mesin pencacah belum dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan pengetahuan dalam pengoperasian maupun perawatannya. Melalui pelatihan ini kami menjadi lebih memahami prosedur penggunaan mesin yang benar sehingga diharapkan produksi cacahan plastik dapat meningkat baik dari sisi jumlah maupun kualitas," ungkap Ketua pengelola TPS 3R Kopling Berjaya.

Mahasiswa USTI turut dilibatkan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Mereka berperan sebagai asisten instruktur, membantu demonstrasi penggunaan mesin, mendampingi peserta selama praktik, serta melakukan dokumentasi dan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih produktif di Kelurahan Pulau Karomah. Pemanfaatan teknologi pencacah plastik diyakini mampu meningkatkan efisiensi proses pengolahan, memperbaiki kualitas produk daur ulang, memperluas akses pasar, dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi kelompok pengelola TPS 3R.

Pelaksanaan program juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Sustainable Cities and Communities) dan Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production). Selain itu, kegiatan ini selaras dengan implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, mendukung agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita, serta memperkuat implementasi Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) pada bidang teknologi tepat guna, lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, USTI berharap TPS 3R Kopling Berjaya dapat berkembang menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan. Keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi pada TPS 3R lainnya di Kota Pekanbaru maupun daerah lain sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi sirkular.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....