Program RATAKAN Edukasi 440 Siswa SMAN 1 Pekanbaru Tangkal IRET
- 09 Jul 2026 14:30 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Sebanyak 440 peserta didik baru SMAN 1 Pekanbaru mengikuti edukasi pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang digelar Unit Cegah Satgaswil Riau melalui Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan) dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Mengusung tema "Sekolah Damai tanpa Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET)", kegiatan tersebut juga dihadiri 20 guru dan 28 pengurus OSIS SMAN 1 Pekanbaru. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pelajar terhadap berbagai ancaman penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya di era digital.
Dalam pemaparannya, narasumber dari Satgaswil Riau menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membuka berbagai celah baru bagi penyebaran paham IRET. Media sosial, aplikasi percakapan, permainan daring, hingga platform digital lainnya kerap dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran propaganda secara terselubung yang menyasar kalangan generasi muda.
Karena itu, para pelajar diajak meningkatkan literasi digital, membiasakan berpikir kritis terhadap setiap informasi yang diterima, serta menggunakan media sosial secara bijak agar tidak mudah terpapar konten yang mengandung unsur intoleransi, radikalisme, ekstremisme, maupun terorisme.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Siswa aktif menjawab pertanyaan narasumber sekaligus berdiskusi mengenai cara mengenali indikasi penyebaran paham IRET, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran pelajar akan pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan keamanan di lingkungan pendidikan.
Kepala SMAN 1 Pekanbaru, Baini, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pembekalan mengenai bahaya paham IRET sangat penting sebagai bekal bagi pelajar dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama di era digital yang ditandai pesatnya perkembangan media sosial yang memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir dan perilaku siswa. Edukasi seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar para pelajar mampu menggunakan media digital secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab, sehingga terhindar dari berbagai bentuk perilaku menyimpang, termasuk pengaruh paham yang mengarah pada tindak kekerasan maupun terorisme," ujar Baini, Kamis 9 Juli 2026.
Program RATAKAN merupakan langkah preventif Satgaswil Riau dalam memperkuat ketahanan masyarakat melalui penanaman nilai-nilai kebangsaan serta peningkatan kesadaran generasi muda terhadap ancaman penyebaran paham IRET. Sinergi dengan dunia pendidikan dinilai menjadi strategi penting untuk membentuk karakter pelajar yang toleran, cinta tanah air, serta memiliki daya tangkal terhadap berbagai bentuk propaganda di ruang digital.
Melalui kegiatan ini, Satgaswil Riau berharap para siswa mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dengan mengedepankan sikap toleran, memperkuat wawasan kebangsaan, serta memiliki kemampuan mendeteksi secara dini indikasi penyebaran paham IRET. Selain itu, para pelajar diharapkan semakin cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media sosial sehingga mampu menciptakan ruang digital yang aman, positif, dan produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....