Hari Bank Indonesia 2026, Tonggak Awal Kedaulatan Ekonomi Bangsa

  • 04 Jul 2026 16:40 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tahukah Anda bahwa Hari Bank Indonesia yang diperingati setiap 5 Juli ternyata bukanlah hari lahir Bank Indonesia sebagai bank sentral? Di balik peringatan ini tersimpan kisah penting tentang lahirnya bank pertama milik pemerintah Republik Indonesia, yang menjadi tonggak awal perjuangan membangun kedaulatan ekonomi bangsa setelah kemerdekaan.

Banyak masyarakat yang masih mengira Hari Bank Indonesia merupakan hari lahir Bank Indonesia sebagai bank sentral. Padahal, keduanya memiliki sejarah yang berbeda.

Mengutip laman Bank Indonesia, BNI, dan Museum Bank Indonesia, Hari Bank Indonesia diperingati setiap 5 Juli karena bertepatan dengan berdirinya Bank Negara Indonesia (BNI) pada 5 Juli 1946. Saat itu, pemerintah mendirikan BNI sebagai bank pertama milik negara yang berperan sebagai bank sirkulasi dan bank umum untuk mendukung sistem keuangan Republik Indonesia yang baru berdiri.

Kehadiran BNI menjadi tonggak penting dalam perjalanan ekonomi nasional. Di tengah situasi pascakemerdekaan yang masih penuh tantangan, Indonesia membutuhkan lembaga keuangan yang mampu mendukung pembiayaan negara sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi.

BNI juga memiliki peran penting dalam penerbitan dan peredaran Oeang Republik Indonesia (ORI), mata uang pertama Republik Indonesia yang menjadi simbol kedaulatan bangsa di bidang moneter. Langkah tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mulai membangun sistem keuangan yang mandiri dan tidak lagi bergantung pada sistem kolonial.

Sementara itu, Bank Indonesia baru resmi berdiri sebagai bank sentral pada 1 Juli 1953 setelah nasionalisasi De Javasche Bank, bank peninggalan pemerintah kolonial Belanda. Sejak saat itu, Bank Indonesia diberi mandat sebagai bank sentral yang bertugas menjaga stabilitas nilai rupiah, mengatur kebijakan moneter, menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.

Peringatan Hari Bank Indonesia menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan usaha dan investasi, tetapi juga oleh sistem keuangan yang kuat, stabil, dan dipercaya masyarakat.

Di era digital saat ini, peran Bank Indonesia juga terus berkembang melalui penguatan sistem pembayaran digital, perluasan penggunaan QRIS, percepatan transaksi non-tunai, hingga peningkatan literasi keuangan masyarakat. Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar sistem keuangan Indonesia tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengabaikan stabilitas ekonomi nasional.

Momentum Hari Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk semakin memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak, membangun budaya menabung, serta mendukung terciptanya sistem ekonomi yang sehat dan inklusif.

Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hari Bank Indonesia menjadi refleksi bahwa perjalanan panjang membangun kedaulatan ekonomi dimulai dari keberanian bangsa Indonesia mendirikan lembaga keuangannya sendiri. Semangat itulah yang hingga kini terus menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....