Ketahui Morfologi Bawang Merah, serta Manfaatnya bagi Manusia
- 28 Jun 2026 07:30 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi bumbu utama berbagai masakan Indonesia, bawang merah juga dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan dan telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
Dikutip dari laman agrotek.id, bawang merah diperkirakan berasal dari kawasan Iran, Pakistan, dan Suriah. Tanaman ini kemudian menyebar ke India sekitar 600 tahun sebelum Masehi, lalu berkembang ke berbagai wilayah di Asia, Amerika, hingga Asia Tenggara. Di Indonesia, bawang merah banyak dibudidayakan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebagai salah satu sentra produksi nasional.
Bawang merah mengandung berbagai nutrisi, seperti vitamin A, vitamin C, zat besi, serta vitamin B6 (piridoksin) yang berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi harian. Dalam pengobatan tradisional, bawang merah kerap digunakan untuk membantu meredakan demam, masuk angin, disentri, diabetes, hingga mengurangi rasa gatal akibat gigitan serangga.
Selain itu, bawang merah juga mengandung hormon alami, yaitu auksin dan giberelin. Auksin berperan dalam merangsang pertumbuhan akar, batang, dan pembelahan sel, sedangkan giberelin membantu proses perkecambahan, pembungaan, perkembangan biji, serta pemanjangan batang.
Bawang merah memiliki sistem akar serabut yang tumbuh dari bagian dasar umbi. Akar tersebut umumnya menembus tanah hingga kedalaman sekitar 15–30 sentimeter dan berfungsi menyerap air serta unsur hara sekaligus menopang tanaman.
Batang bawang merah terdiri atas batang sejati berbentuk cakram yang sangat pendek dan batang semu yang berasal dari modifikasi pangkal daun. Bagian batang yang berada di dalam tanah berkembang menjadi umbi lapis yang tersusun atas beberapa siung atau anakan.
Daunnya berbentuk silinder memanjang seperti pipa dengan ujung meruncing. Warna daun bervariasi dari hijau muda hingga hijau tua dan memiliki panjang sekitar 45–70 sentimeter. Daun berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis yang mendukung pertumbuhan tanaman.
Bawang merah juga menghasilkan bunga majemuk yang tersusun menyerupai payung di ujung tangkai sepanjang 30–90 sentimeter. Setiap tangkai dapat menghasilkan puluhan hingga ratusan kuntum bunga berwarna putih. Bunga ini tergolong bunga sempurna karena memiliki benang sari dan putik, sehingga dapat melakukan penyerbukan sendiri maupun penyerbukan silang.
Setelah proses penyerbukan berhasil, bunga akan berkembang menjadi buah berbentuk bulat yang berisi dua hingga tiga biji. Biji bawang merah awalnya berwarna kemerahan, kemudian berubah menjadi hitam saat telah matang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....