Cara Mengatasi Anak Malas Belajar

  • 16 Jun 2026 19:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru = Banyak orang tua merasa khawatir ketika anak terlihat malas belajar. Padahal, tidak semua anak yang enggan belajar berarti tidak memiliki kemampuan yang baik.

Dalam banyak kasus, anak kehilangan minat belajar karena merasa bosan, kurang termotivasi, atau tidak memahami materi yang sedang dipelajari. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu sebelum mengambil langkah yang tepat.

Disadur dari Republik Indonesia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), salah satu cara mengatasi anak yang malas belajar adalah dengan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Sediakan tempat belajar yang rapi, memiliki pencahayaan yang cukup, serta bebas dari gangguan seperti televisi atau gawai yang tidak berkaitan dengan pelajaran. Lingkungan yang kondusif dapat membantu anak lebih fokus dan menikmati proses belajar.

Selain itu, orang tua perlu menyesuaikan metode belajar dengan karakter anak. Ada anak yang lebih mudah memahami pelajaran melalui gambar, ada yang lebih suka mendengarkan penjelasan, dan ada pula yang belajar lebih efektif melalui praktik langsung. Ketika metode yang digunakan sesuai dengan gaya belajar anak, mereka cenderung lebih antusias dan tidak mudah merasa jenuh.

Memberikan apresiasi atas usaha anak juga dapat meningkatkan semangat belajar. Pujian yang tulus saat anak menyelesaikan tugas atau menunjukkan kemajuan akan membuatnya merasa dihargai.

Namun, fokuslah pada proses yang dilakukan anak, bukan hanya pada nilai yang diperoleh. Dengan begitu, anak belajar bahwa usaha dan ketekunan merupakan hal yang penting dalam mencapai keberhasilan.

Yang tidak kalah penting, orang tua perlu menjadi pendamping yang sabar dan konsisten. Hindari membandingkan anak dengan teman atau saudaranya karena hal tersebut dapat menurunkan rasa percaya diri.

Sebaliknya, ajak anak berdiskusi tentang kesulitan yang dihadapinya dan bantu menemukan solusi bersama. Dengan dukungan yang tepat, anak dapat kembali termotivasi untuk belajar dan mengembangkan potensi terbaik yang dimilikinya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....