Soft Skill dan Jiwa Event Organizer sebagai Peluang Karier Masa Depan

  • 07 Jun 2026 14:41 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di tengah berkembangnya industri kreatif dan meningkatnya kebutuhan akan penyelenggaraan berbagai kegiatan profesional, profesi Event Organizer (EO) kini menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan bagi generasi muda. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Persada Bunda Indonesia (UPBI) menggelar Seminar Personality Development and Soft Skill di Era Gen Z di Kampus UPBI I, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Sabtu 6 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan implementasi mata kuliah Event Organizer yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberi pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam merancang, mengelola, dan melaksanakan sebuah kegiatan secara profesional. Melalui seminar tersebut, mahasiswa dibekali kemampuan komunikasi, kepemimpinan, manajemen acara, hingga public speaking yang menjadi kompetensi penting dalam dunia kerja maupun dunia usaha.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, yakni Muhammad Hanshardi, S.Pi., M.I.Kom., praktisi komunikasi dan media relations, M. Hafiz Ona Hadi Putra, S.E., C.MT., serta Hari Jummaulana, S.I.Kom., M.I.Kom., yang juga aktif sebagai akademisi dan praktisi komunikasi.

Sejak awal kegiatan, para mahasiswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Interaksi berlangsung aktif, terutama saat pembahasan mengenai teknik public speaking, pengembangan kepribadian, serta keterampilan komunikasi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia profesional.

Dosen pengampu mata kuliah Event Organizer sekaligus penanggung jawab kegiatan, Sartika, S.Sos., M.I.Kom., mengatakan seminar tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang terus dikembangkan setiap tahun.

"Antusiasme mahasiswa sangat ramai dan aktif, terutama ketika membahas teknik public speaking. Kegiatan ini akan terus berlanjut karena merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Event Organizer yang setiap tahun dilaksanakan secara berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Sartika, pembelajaran melalui mata kuliah Event Organizer dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep penyelenggaraan acara, tetapi juga mampu mengasah keterampilan yang dapat menjadi modal berwirausaha setelah menyelesaikan pendidikan.

Ia menjelaskan, profesi Event Organizer saat ini memiliki prospek yang cukup luas. Seorang EO bertugas merencanakan, mengelola, dan mengeksekusi sebuah acara mulai dari penyusunan konsep, pengelolaan anggaran, koordinasi dengan vendor, hingga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.

"Melalui tema Personality Development and Soft Skill di Era Gen Z, kami berharap mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta keterampilan pendukung lainnya yang menjadi modal penting dalam dunia kerja maupun pengembangan potensi diri," katanya.

Selain membuka peluang bekerja di berbagai sektor industri, kemampuan mengelola acara juga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk membangun usaha secara mandiri. Kebutuhan akan jasa penyelenggaraan seminar, pelatihan, pernikahan, pameran, kegiatan komunitas, hingga event perusahaan terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas masyarakat dan dunia bisnis.

Karena itu, pengalaman yang diperoleh melalui mata kuliah Event Organizer diharapkan tidak hanya mendukung pencapaian akademik mahasiswa, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang kreatif, adaptif, dan siap menciptakan lapangan kerja melalui industri penyelenggaraan acara yang semakin berkembang.

Sartika berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa sekaligus mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam mata kuliah Event Organizer.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....