Cerita di Balik Kemenangan Tim Hydronite di WYIE 2026

  • 29 Mei 2026 20:50 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di balik keberhasilan meraih medali emas pada ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026, tim Hydronite menyimpan banyak cerita menarik selama mengikuti kompetisi internasional tersebut.

Dalam program Sore Ceria Pro 2 Pekanbaru, Jumat 29 Mei 2026, para anggota tim mengungkapkan suasana penuh tegang hingga momen haru saat nama mereka diumumkan sebagai peraih gold medal. Tim inovator muda ini terdiri dari Phoebe, Gracelyn, Leticia, Luna, Velika, dan Annabel Caitlyn berhasil membawa pulang medali emas dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia.

“Waktu malam sebelum pengumuman, kami semua panik dan berkumpul di satu ruangan,” ujar Velika.

Pengumuman pemenang dilakukan keesokan harinya saat mereka masih bersiap mengikuti rangkaian exhibition lanjutan. Beberapa anggota tim bahkan masih bersiap-siap ketika hasil diumumkan melalui grup resmi kompetisi.

“Aku langsung lompat-lompat sambil bilang, ‘Guys, we did it!’,” kenangnya.

Meski terlihat santai selama kompetisi, mereka mengaku tetap sempat merasa gugup, terutama saat sesi penjurian berlangsung. Salah satu anggota tim, Phoebe, menceritakan pengalaman unik ketika ada pengunjung yang mengira Hydronite merupakan makanan. Padahal Hydronite merupakan sistem filtrasi yang dirancang khusus untuk digunakan di lingkungan medis dan laboratorium.

“Ada yang tanya ini bisa dimakan atau enggak,” katanya sambil tertawa.

Selain pengalaman lucu, dukungan orang tua menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi mereka. Selama proses penelitian, para orang tua rela mengantar anak-anak mereka ke sekolah meskipun masih dalam masa libur.

“Waktu libur Idulfitri kami tetap datang ke sekolah sekitar 11 hari untuk eksperimen,” ungkap Gracelyn.

Tim Hydronite juga mengaku keberhasilan mereka tidak lepas dari kerja sama yang solid. Mereka membagi tugas mulai dari eksperimen, desain poster, hingga pembuatan merchandise untuk presentasi. Meski terdiri dari enam orang dengan pemikiran berbeda, mereka selalu mengutamakan diskusi sebelum mengambil keputusan.

“Kami cari yang terbaik dulu lewat diskusi, baru dieksekusi,” kata Leticia.

Momen paling menegangkan terjadi saat menunggu juri datang ke booth mereka. Bahkan, mereka harus menunggu cukup lama hingga menjadi salah satu peserta terakhir yang melakukan presentasi.

“Kami sampai lupa script karena sudah terlalu lama menunggu. Tapi akhirnya saling backup,” kata Luna.

Setelah berhasil membawa pulang medali emas, para anggota tim mengaku bangga karena dapat membawa nama sekolah, Riau, dan Indonesia di ajang internasional. Mereka juga berencana kembali mengikuti kompetisi serupa tahun depan dengan inovasi baru. Untuk anak muda yang masih ragu mencoba kompetisi, mereka memberikan pesan sederhana.

“Just do it. Just have fun. If you don’t try, you never know,” ujar mereka kompak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....