Pemanfaatan Limbah Kurban, Rumen Sapi sebagai Reaktor Biologis Hidup

  • 28 Mei 2026 05:05 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di momen kurban, biasanya bagian dari hewan yang paling banyak dimanfaatkan dan diincar adalah daging, kulit, tulang, hingga ekornya. Padahal, ada bagian lain yang berguna, yaitu isi perutnya atau dalam dunia sains dikenal sebagai rumen.

Menariknya, sapi sebenarnya tidak bisa mencerna rumput. Mikroba dalam rumen lah yang membantunya. Mengutip edukasi dari Roup, pemilik akun X NutaniMan, rumen ini terdiri dari ekosistem bakteri, fungi (jamur), protozoa, serta mikroba anaerob yang bekerja memecah rumput keras menjadi nutrisi siap serap.

Rumen didesain kedap oksigen (anaerob), hangat dengan suhu sekitar 39–40°C, dan memiliki tingkat keasaman (pH) yang terjaga stabil. Mikroba dalam rumen menghancurkan rumput menjadi Volatile Fatty Acids/VFA, protein, dan nutrisi berkualitas tinggi, inilah yang akhirnya terserap oleh tubuh sapi.

Lebih lanjut, Roup menjelaskan berkat kekayaan mikrobanya, isi rumen hewan kurban yang melimpah saat Idul Adha bisa langsung dimanfaatkan oleh para petani. Cairan atau isi rumen ini bisa dimanfaatkan sebagai starter fermentasi, aktivator kompos, sumber mikroba lokal, pengurai jerami, hingga sumber nitrogen organik.

Dalam praktik pertanian organik, rumen ini terbukti sangat bermanfaat untuk mempercepat pematangan kompos, menjadi penguat ramuan JMS (Jadam Microbial Solution), bahan fermentasi pupuk organik cair (POC), hingga berfungsi memperbaiki biologi tanah yang rusak akibat kimiawi. Pemanfaatan limbah ini tentu bisa menekan biaya kebutuhan pupuk tanaman.

Namun, sebagai sebuah ekosistem biologis hidup, reaktor alami ini juga memiliki kerentanan. Pak Roup mengingatkan bahwa kinerja rumen bisa mengalami kerusakan serius jika hewan ternak diberikan antibiotik secara berlebihan, diberikan pakan yang terlalu ekstrem (seperti karbohidrat tinggi yang memicu asidosis), atau ketika ekosistem mikroba di dalamnya terganggu.

Ternyata bagian tubuh hewan yang dianggap limbah seperti rumen juga bisa dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Melalui pemahaman ini, limbah hijau sisa pemotongan hewan kurban tidak lagi perlu dibuang sia-sia, melainkan dapat diolah kembali untuk menyuburkan tanah dan mendukung ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....