Cara Menyimpan Daging Kurban agar Tetap Segar dan Tidak Bau
- 27 Mei 2026 18:29 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Momen Hari Raya Iduladha selalu diiringi dengan melimpahnya persediaan daging kurban di rumah. Namun, tantangan terbesar bagi masyarakat setelah menerima pembagian adalah bagaimana mengelola dan menyimpan komoditas tersebut agar tidak cepat rusak dan membusuk.
Penyimpanan yang keliru tidak hanya memicu aroma tidak sedap, tetapi juga berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan bakteri patogen yang dapat membahayakan kesehatan keluarga saat di konsumsi. Langkah krusial pertama yang sering kali disalahpahami adalah kebiasaan mencuci daging segar sebelum disimpan.
| Baca juga: Rahasia Aki Motor Tetap Awet |
Menurut panduan resmi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI, daging kurban segar sangat dilarang untuk dicuci jika ingin disimpan dalam jangka panjang. Mencuci daging dengan air kran justru akan memicu penyebaran bakteri ke seluruh permukaan daging dan meningkatkan kadar air, yang mempercepat proses pembusukan serta memicu bau prengus yang tajam.
Untuk menjaga kualitasnya, daging sebaiknya langsung dipotong-potong menjadi ukuran kecil atau sekali masak sebelum masuk ke dalam wadah penyimpanan. Berdasarkan standar keamanan pangan internasional dari Food Safety and Inspection Service Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), membagi daging ke dalam porsi-porsi kecil akan mempercepat proses pembekuan hingga ke bagian inti daging. Selain itu, langkah ini sangat efektif untuk mencegah aktivitas thawing atau mencairkan daging berulang kali, yang dapat menurunkan kadar nutrisi dan merusak tekstur serat daging.
| Baca juga: Sikap Bijak Pasca Iduladha |
Setelah dipotong, pastikan Anda menggunakan wadah plastik transparan yang kedap udara dan bersertifikasi food-grade (aman untuk pangan). Kemasan yang rapat berfungsi untuk melindungi daging dari dehidrasi ekstrem yang memicu bercak kering pada permukaan daging, atau yang dikenal dengan istilah freezer burn. Jangan lupa untuk menempelkan label tanggal penyimpanan pada setiap wadah guna menerapkan sistem First In, First Out (FIFO), sehingga daging yang lebih dulu masuk dapat diolah terlebih dahulu.
Sebelum membekukannya di dalam freezer, daging kurban wajib melewati proses pendinginan transisi di dalam chiller atau rak kulkas biasa dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius selama 2 hingga 4 jam. Proses ini bertujuan agar struktur daging tidak mengalami perubahan suhu yang drastis (cold shock), yang dapat membuat teksturnya menjadi sangat alot. Penurunan suhu secara bertahap ini juga menjaga kelembapan alami daging tetap seimbang.
Tahap akhir adalah memindahkan wadah ke dalam freezer dengan suhu stabil di bawah minus 18 derajat Celsius. Pada titik beku ini, mikroorganisme dan bakteri pembusuk sama sekali tidak dapat berkembang biak, sehingga daging dijamin tetap higienis. Merujuk pada riset komparatif mengenai kristalisasi daging yang dipublikasikan oleh Peer-Reviewed Journal Foods (MDPI), penyimpanan pada suhu konsisten di bawah minus 18 derajat Celsius mampu mempertahankan aspek organoleptik daging seperti warna merah segar, keempukan serat, dan aroma alami hingga berbulan-bulan.
Dengan menerapkan teknik penyimpanan yang berbasis pada standardisasi ilmiah ini, masyarakat tidak perlu khawatir daging kurban akan terbuang sia-sia. Daging tetap terjaga kesegarannya, bebas dari aroma tidak sedap, dan siap diolah menjadi hidangan yang lezat serta aman dikonsumsi bagi seluruh anggota keluarga saat momen kebersamaan tiba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....