Disdik Riau Larang Sekolah Tahan Ijazah Siswa

  • 16 Mei 2026 09:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah tegas terkait masih banyaknya ijazah siswa yang tertahan di sekolah. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik), seluruh SMA dan SMK di Riau, baik negeri maupun swasta diminta segera menyerahkan ijazah kepada para alumni tanpa pengecualian.

Kebijakan itu muncul setelah ditemukan ribuan ijazah yang belum diberikan kepada pemiliknya. Sebagian besar kasus dipicu persoalan tunggakan administrasi, sementara sebagian lainnya karena alumni belum datang mengambil dokumen penting tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, menegaskan ijazah merupakan hak siswa yang tidak boleh ditahan oleh sekolah dalam kondisi apa pun. Menurutnya, dokumen tersebut sangat penting untuk kebutuhan melanjutkan pendidikan hingga mencari pekerjaan.

Disdik Riau bahkan telah beberapa kali mengirim surat edaran kepada sekolah agar tidak lagi menjadikan persoalan biaya sebagai alasan penahanan ijazah. Untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu, Pemprov Riau menggandeng Baznas Riau guna menyelesaikan tunggakan administrasi yang masih ada.

“Kami sudah meminta seluruh SMA dan SMK negeri segera menyerahkan ijazah siswa yang telah tamat. Kalau ada tunggakan, akan dibantu Baznas. Tidak boleh ada lagi penahanan ijazah, terutama di sekolah negeri,” kata Erisman, Jumat 16 Mei 2026.

Peringatan juga ditujukan kepada sekolah swasta. Erisman menilai sekolah swasta sudah mendapatkan dukungan anggaran melalui BOSP dan BOSDA sehingga tidak seharusnya membebani siswa dengan menahan dokumen kelulusan.

Selain faktor administrasi, Disdik juga menemukan banyak alumni yang belum mengambil ijazah mereka meski sudah lulus bertahun-tahun. Sekolah disebut tidak dapat menyerahkan dokumen itu jika pemiliknya tidak datang langsung untuk melakukan pengurusan.

Permasalahan ini mencuat setelah Ombudsman RI Perwakilan Riau merilis data bahwa sebanyak 11.856 ijazah SMA dan SMK negeri di Riau masih tersimpan di sekolah hingga pertengahan Juli 2025. Rinciannya terdiri dari 5.635 ijazah SMA Negeri dan 6.221 ijazah SMK Negeri yang belum diambil pemiliknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....