Permainan Karet Gelang, Asah Kreatifitas Anak
- 06 Mei 2026 17:34 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID. Pekanbaru - Bermain karet gelang merupakan salah satu kenangan paling berwarna bagi anak-anak generasi terdahulu sebelum gawai mendominasi waktu luang. Benda sederhana berbahan karet lentur ini tidak hanya berfungsi sebagai pengikat bungkus makanan, tetapi berubah menjadi alat permainan yang seru di tangan anak-anak kreatif.
Biasanya, permainan ini dilakukan di halaman rumah atau lapangan sekolah saat jam istirahat, menciptakan suasana riuh yang penuh dengan tawa dan sorak-sorai kompetisi yang sehat. Disadur dari Aeni, N. (2019). Ragam Permainan Tradisional Anak Nusantara. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, salah satu jenis permainan yang paling populer adalah lompat tali, di mana puluhan karet gelang dirangkai satu per satu hingga membentuk rantai panjang yang elastis.
Dua orang anak akan memegang ujung tali tersebut, sementara pemain lainnya harus melompatinya dengan berbagai tingkat ketinggian, mulai dari mata kaki hingga setinggi kepala. Ketangkasan fisik dan koordinasi tubuh sangat diuji dalam permainan ini, karena menyentuh tali pada level tertentu bisa dianggap gugur atau berganti peran menjadi pemegang tali.
Selain lompat tali, ada juga permainan "adu karet" yang lebih sederhana namun tetap menegangkan untuk dilakukan bersama teman sebaya. Caranya cukup dengan meletakkan karet di atas telapak tangan, lalu ditiup atau ditepuk agar karet tersebut saling tumpang tindih dengan milik lawan.
Siapa yang berhasil menindih karet lawan, dialah yang berhak membawa pulang karet tersebut sebagai hadiah kemenangan. Permainan ini mengajarkan anak-anak tentang strategi, kontrol tenaga, dan tentu saja cara menerima kekalahan dengan lapang dada.
Karet gelang juga sering dijadikan sebagai alat untuk mengasah konsentrasi melalui permainan "sentil" di atas lantai yang halus. Anak-anak akan berjejer di garis awal, lalu menyentil karet mereka menuju sasaran atau untuk menjauhkan karet lawan dari area permainan.
Meski terlihat sepele, setiap gerakan membutuhkan perhitungan yang matang agar karet tidak melesat terlalu jauh atau meleset dari target. Secara tidak langsung, permainan tradisional ini melatih kemampuan motorik halus dan ketelitian pada anak sejak usia dini.
Kini, pemandangan anak-anak berkumpul untuk merangkai karet gelang mulai jarang ditemui di kota-kota besar karena tergerus oleh zaman digital. Namun, esensi dari permainan karet gelang tetap menjadi pengingat betapa bahagianya masa kecil yang diisi dengan interaksi sosial secara langsung. Mengajarkan kembali permainan ini kepada generasi sekarang bukan hanya sekadar melestarikan budaya, tetapi juga memberikan alternatif aktivitas fisik yang menyehatkan sekaligus mempererat ikatan pertemanan tanpa sekat layar kaca.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....