Melegakan dan Memulihkan Hati dengan Memaafkan
- 22 Apr 2026 11:15 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Memaafkan sering kali dianggap sebagai hal yang sulit dilakukan, terutama ketika seseorang mengalami luka batin yang mendalam. Namun dalam perspektif psikologi, memaafkan justru menjadi salah satu langkah penting untuk melegakan sekaligus memulihkan hati dari beban emosional.
Hal ini disampaikan oleh Psikolog, Yuli Widiningsih, M.Psi dalam obrolan di program Spada Pro 2 Pekanbaru pada Selasa, 21 April 2026. Ia menegaskan memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain.
“Nah, konteks kita memaafkan yang akan kita bahas ini adalah bukan berarti kemudian kita dalam posisi membenarkan kesalahan orang tersebut tapi dalam rangka kita sendiri memilih melepaskan beban,” ujar Yuli.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa tahapan penting dalam proses memulihkan dan menyembuhkan hati melalui memaafkan.
1. Menerima dan Mengizinkan Perasaan Luka
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menerima perasaan yang muncul, termasuk rasa sakit atau kecewa.
“Karena kadang kalau kita tidak menerima perasaan itu (luka), perasaan tersebut justru akan semakin mengganggu, membuat kita konflik di dalam kita sendiri, dan perasaan (luka) itu akan semakin terasa,” jelasnya.
2. Memberi Jeda atau Waktu
Proses penyembuhan tidak bisa instan. Memberikan waktu bagi diri sendiri menjadi kunci untuk mengolah emosi dan memperbaiki cara berpikir.
“Dalam kita memberi waktu terhadap diri kita sendiri, disitulah kita proses berpikir, untuk lebih menggunakan persepsi kita, memperbaiki proses berpikir kita. Jadi gini, oke dia jahat, dia sudah menyakiti aku, tapi aku berhak untuk bisa lepas dari hal ini (beban luka),” ungkapnya.
3. Fokus pada Diri Sendiri
Memaafkan sejatinya adalah bentuk perjuangan untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain.
“Ketika kita memaafkan, kita tidak sedang mengubah masa lalu, tapi kita sedang memperjuangkan masa depan kita sendiri,” tambahnya.
4. Memberikan Batasan untuk Diri Sendiri
Memaafkan tidak berarti membuka ruang untuk kembali disakiti. Menetapkan batasan tetap menjadi hal penting dalam menjaga kesehatan emosional.
“Ketika kita memaafkan, bukan berarti kemudian kita mengizinkan diri kita sendiri untuk kemudian kembali disakiti,” tegasnya.
Melalui pemahaman ini, memaafkan bukan lagi sekadar tindakan emosional, melainkan proses penyembuhan yang membantu seseorang untuk bangkit, tumbuh, dan melangkah ke depan dengan lebih ringan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....