Norma Gender di Era Sekarang: Masih Relevan atau Cuma Kebiasaan Lama
- 20 Apr 2026 17:00 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pembahasan mengenai norma gender masih menjadi topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, kita sering mendengar atau bahkan mengucapkan kalimat seperti “perempuan harus begini” atau “laki-laki tidak boleh begitu”.
Ungkapan-ungkapan tersebut sebenarnya merupakan bagian dari norma gender yang telah lama hidup di masyarakat. Norma gender sendiri pada awalnya hadir untuk membentuk struktur sosial yang lebih teratur.
Masyarakat membangun peran tertentu bagi laki-laki dan perempuan agar kehidupan berjalan sesuai dengan nilai dan budaya yang berkembang saat itu. Namun, seiring berjalannya waktu, perubahan zaman membuat norma tersebut mulai dipertanyakan kembali.
Dalam obrolan program Sore Ceria Pro 2 Pekanbaru pada Kamis 2 April 2026 bersama dengan dr. Yovie Suryani, Alumni CIMSA FK UNRI menjelaskan norma gender tidak harus dihapuskan sepenuhnya. Menurutnya, norma tersebut tetap memiliki fungsi, tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Ia menegaskan masalah utama bukan pada keberadaan norma itu sendiri, melainkan pada sifatnya yang terlalu kaku.
"Ketika norma gender menjadi terlalu mengikat, hal tersebut justru bisa membatasi ruang gerak individu dalam mengembangkan potensi dirinya," ujaranya.
Sebagai contoh, masih ada anggapan bahwa pekerjaan tertentu hanya cocok untuk laki-laki atau perempuan. Padahal, di era sekarang, batasan tersebut mulai memudar. Banyak perempuan yang mampu bekerja di bidang yang dulu didominasi laki-laki, begitu pula sebaliknya.
Hal ini juga disampaikan oleh PETRA CIMSA FK UNRI, Putri Ramadhani Wibowo, yang menilai laki-laki dan perempuan kini memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, cara pandang masyarakat perlu ikut berkembang mengikuti perubahan zaman.
"Perubahan ini sebenarnya tidak berarti menghilangkan nilai-nilai yang sudah ada, melainkan menyesuaikannya agar lebih relevan. Norma gender bisa tetap ada, tetapi tidak boleh menjadi batasan yang menghambat seseorang dalam menentukan pilihan hidupnya," katanya.
Dibutuhkan keseimbangan antara mempertahankan nilai yang baik dan membuka ruang bagi perubahan. Dengan begitu, setiap individu dapat berkembang sesuai dengan potensinya tanpa terikat oleh batasan yang tidak lagi relevan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....