Berkebun Pisang Kepok di Kampar untuk Hasil Maksimal
- 20 Apr 2026 15:35 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menanam pisang kepok di wilayah Kampar, Riau, memiliki potensi besar untuk menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas. Hal ini didukung oleh kondisi tanah yang subur serta iklim tropis yang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman pisang.
Namun, untuk mendapatkan hasil optimal, petani perlu memahami teknik budidaya yang tepat sejak awal penanaman hingga masa panen. Langkah pertama yang penting adalah pemilihan bibit unggul. Dikutip dari Dinas Pertanian Kampar, bibit pisang kepok yang baik biasanya berasal dari indukan yang sehat, bebas dari penyakit, dan sudah terbukti produktif.
Pilih anakan dengan tinggi sekitar 1–1,5 meter dan memiliki batang yang kokoh. Bibit yang berkualitas akan sangat mempengaruhi kecepatan pertumbuhan serta hasil buah yang dihasilkan nantinya.
Selanjutnya, pengolahan lahan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan budidaya. Tanah di Kampar umumnya cukup subur, tetapi tetap perlu diolah dengan baik agar gembur dan memiliki drainase yang bagus. Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman, kemudian buat lubang tanam dengan ukuran sekitar 50x50x50 cm. Campurkan tanah galian dengan pupuk kandang agar unsur hara lebih lengkap.
Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar tanaman mendapatkan cukup air untuk pertumbuhan awal. Tanam bibit dengan posisi tegak dan pastikan akar tertutup tanah dengan baik. Jarak tanam yang ideal berkisar antara 2,5 hingga 3 meter agar tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup dan tidak saling berebut nutrisi.
Perawatan tanaman pisang kepok meliputi penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit. Penyiraman dilakukan secara rutin terutama saat musim kemarau. Pemupukan dapat menggunakan pupuk organik maupun anorganik secara berkala untuk menjaga kesuburan tanah. Selain itu, lakukan penyiangan gulma agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
Pengendalian hama dan penyakit juga tidak boleh diabaikan. Beberapa penyakit seperti layu fusarium dan serangan hama ulat dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Gunakan pestisida alami atau kimia secara bijak sesuai kebutuhan.
Selain itu, lakukan pemangkasan daun tua agar sirkulasi udara tetap baik dan tanaman lebih sehat.Dengan perawatan yang optimal, pisang kepok biasanya mulai berbuah dalam waktu 8 hingga 12 bulan setelah tanam. Ciri buah siap panen adalah ukuran yang sudah maksimal dan warna kulit mulai berubah.
Panen dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak tandan maupun tanaman induk. Dengan menerapkan teknik yang tepat, petani di Kampar dapat menikmati hasil pisang kepok yang berkualitas tinggi dan bernilai jual baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....