Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Menumpuk Colokan Listrik
- 11 Apr 2026 20:16 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Kebiasaan menumpuk steker atau colokan listrik pada satu stopkontak menggunakan beberapa terminal T masih sering ditemui di banyak rumah. Demi alasan kepraktisan, berbagai alat elektronik dihidupkan secara bersamaan dari satu titik.
Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini sangat berbahaya dan secara teknis menyalahi standar keamanan kelistrikan?
| Baca juga: Rasa Syukur Bikin Hidup Bahagia |
Berdasarkan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai pedoman wajib Kelistrikan di Indonesia, setiap instalasi seperti stopkontak, steker, dan kabel memiliki batas maksimal Kapasitas Hantar Arus (KHA). PUIL secara tegas mengatur bahwa pembebanan pada titik instalasi tidak boleh melebihi ambang batas KHA yang telah dirancang untuk mencegah kerusakan isolasi akibat suhu tinggi.
Ketika Anda menumpuk banyak colokan pada satu terminal, instalasi tersebut dipaksa mengalirkan beban arus listrik (Ampere) jauh melampaui batas amannya. Secara teknis, akumulasi arus pada satu titik kontak yang sempit ini akan memicu peningkatan suhu secara ekstrem. Panas berlebih tersebut secara perlahan namun pasti akan melelehkan bahan polimer atau plastik isolator pembungkus kabel dan komponen stopkontak.
Kondisi inilah yang sangat fatal. Saat lapisan isolator pelindung itu meleleh dan kawat tembaga penghantar saling bersentuhan, terjadilah hubungan singkat arus listrik atau yang umum dikenal dengan istilah korsleting. Percikan api yang memercik dari titik korsleting akibat penumpukan colokan ini merupakan salah satu pemicu utama insiden kebakaran di kawasan permukiman.
Untuk menghindari risiko tersebut, masyarakat sangat disarankan mengatur distribusi beban listrik sesuai standar keamanan. Gunakan stopkontak berderet yang memiliki spesifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) daripada menumpuk colokan T ke atas. Khusus untuk peralatan rumah tangga berdaya besar yang menghasilkan panas, seperti setrika, rice cooker, pompa air atau kulkas, wajib dicolokkan langsung secara tunggal ke stopkontak dinding.
Mematuhi standar instalasi listrik di rumah bukan sekadar menjaga agar peralatan elektronik awet dan tidak mudah rusak. Lebih dari itu, pemahaman ini adalah langkah krusial dan tak bisa ditawar untuk melindungi keselamatan nyawa serta aset keluarga dari ancaman kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....