Mengenal Tanaman Mengkudu, Buah Beraroma Khas dengan Segudang Manfaat Herbal
- 06 Apr 2026 15:48 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Buah mengkudu banyak dikenal dengan aroma menyengat dan rasa yang kurang disukai sebagian orang. Walaupun begitu, buah ini justru populer sebagai bahan jamu dan obat herbal tradisional karena dipercaya memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan.
Dikutip dari laman socfindoconservation.co.id, tanaman mengkudu memiliki sejarah penyebaran yang cukup luas. Tanaman ini berasal dari wilayah Queensland, Australia, kemudian menyebar secara alami melalui arus laut hingga ke kawasan Samudra Hindia, termasuk Seychelles, serta wilayah Pasifik seperti Marquesas, Hawaii, dan Pulau Paskah. Saat ini, tanaman mengkudu dapat ditemukan di hampir seluruh Asia Tenggara dan bahkan telah diperkenalkan ke wilayah Karibia.
Setelah menyebar ke berbagai wilayah, tanaman ini sejak lama juga dimanfaatkan manusia sebagai bahan obat, bahkan kulit akarnya digunakan sebagai pewarna merah alami pada kain.
Di Indonesia sendiri, buah mengkudu memiliki beragam sebutan lokal. Di Aceh dikenal sebagai keumeudee, masyarakat Jawa menyebutnya pace, kemudu, atau kudu, sementara di Sunda disebut cangkudu. Di wilayah timur Indonesia seperti Manado dan Maluku, buah ini dikenal dengan nama noni, sedangkan di Bali disebut tibah dan di Madura dikenal sebagai kodhuk.
Tanaman mengkudu tergolong mudah tumbuh di berbagai kondisi lingkungan. Tanaman ini dapat hidup hingga ketinggian 1.500mdpl, dengan curah hujan ideal antara 1.500 hingga 3.000 milimeter per tahun.
Suhu yang cocok berkisar antara 22 hingga 30 derajat Celsius. Mengkudu juga dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, mulai dari tanah liat berlempung, tanah pasir, hingga tanah liat berpasir, asalkan mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Tanaman mengkudu memiliki akar tunggang yang kuat dan mampu menembus tanah cukup dalam. Batangnya berbentuk empat persegi panjang dengan permukaan berbulu dan berwarna keabu-abuan atau coklat kekuningan.
Daunnya berwarna hijau dengan bentuk bulat panjang hingga jorong, permukaan sedikit bergelombang, tepi rata, dan ujung yang meruncing. Bunga mengkudu berbentuk bonggol dan tumbuh dari ketiak daun.
Bunga ini bersifat biseksual dengan mahkota berbentuk corong. Sementara itu, buah mengkudu termasuk buah buni majemuk dengan permukaan tidak rata. Buahnya terdiri dari sel-sel poligonal yang tampak berbintik dan berkutil, menjadi ciri khas yang mudah dikenali.
Meski rasanya kurang diminati, mengkudu tetap memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat, terutama sebagai tanaman herbal yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun. Dengan potensi tersebut, mengkudu tidak hanya dikenal sebagai buah beraroma khas, tetapi juga sebagai sumber pengobatan alami yang bernilai tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....