Rahasia dibalik Nikmatnya Cokelat, Mengenal Morfologi Tanaman Kakao
- 02 Apr 2026 09:55 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Cokelat dikenal sebagai salah satu produk pangan yang digemari di seluruh dunia, baik dalam bentuk minuman maupun makanan olahan. Bahan utama cokelat berasal dari biji kakao yang diolah melalui berbagai tahapan hingga menghasilkan cita rasa khas yang manis dan sedikit pahit.
Di balik kelezatannya, cokelat berasal dari tanaman kakao yang memiliki morfologi unik yang berperan besar dalam menentukan kualitas hasil produksinya. Secara umum, morfologi adalah bagian-bagian tubuh makhluk hidup yang berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.
Dikutip dari laman pertanian.go.id pada tanaman kakao, setiap bagian memiliki fungsi vital untuk mendukung produktivitas dan hasil panen. Daun kakao bersifat dimorfisme, yakni tumbuh pada dua jenis tunas, yaitu ortotrop (tumbuh ke atas) dan plagiotrop (tumbuh ke samping). Perbedaan ini terlihat dari ukuran tangkai daun, di mana daun pada tunas ortotrop memiliki tangkai lebih panjang dibandingkan plagiotrop.
Daun kakao juga memiliki dua persendian yang memungkinkan daun menyesuaikan arah datangnya cahaya matahari. Ketebalan dan warna daun dipengaruhi intensitas cahaya, di mana daun yang ternaungi cenderung lebih tipis namun lebih hijau.
Selain daun, batang dan cabang kakao juga memiliki karakteristik khusus. Tanaman kakao menunjukkan dimorfisme pada tunas vegetatifnya. Tunas ortotrop tumbuh vertikal, sedangkan tunas plagiotrop tumbuh horizontal membentuk cabang.
Setelah tanaman kakao berumur sekitar satu tahun, pertumbuhan vertikal akan berhenti dan membentuk percabangan yang disebut jorket. Dalam praktik budidaya, tunas air biasanya dipangkas agar pertumbuhan tanaman tetap optimal dan produksi buah meningkat.
Sistem perakaran kakao terdiri dari akar tunggang dan akar lateral. Pada fase awal pertumbuhan, akar tunggang berkembang cukup cepat, namun kemudian melambat seiring bertambahnya umur tanaman. Akar tunggang dapat menembus tanah hingga kedalaman 1–1,5 meter tergantung kondisi tanah.
Sementara itu, akar lateral berkembang di dekat permukaan tanah, umumnya pada kedalaman 0–30 cm, sehingga tanaman kakao tergolong memiliki sistem perakaran dangkal.
Bunga kakao memiliki sifat kauliflori, yaitu tumbuh langsung pada batang dan cabang dari bekas ketiak daun. Bunga ini tersusun atas lima kelopak, lima mahkota, serta sepuluh benang sari yang tersusun dalam dua lingkaran.
Warna bunga kakao bervariasi, mulai dari putih, ungu hingga kemerahan. Dalam satu bunga terdapat bakal buah yang berisi puluhan bakal biji yang nantinya berkembang menjadi biji kakao.
Buah kakao memiliki variasi bentuk dan warna tergantung jenisnya. Umumnya, buah muda berwarna hijau atau merah, lalu berubah menjadi kuning atau oranye saat matang. Proses pematangan buah berlangsung sekitar 5–6 bulan.
Di dalam buah terdapat 20–50 biji yang tersusun rapi dan dilindungi oleh daging buah berwarna putih dengan rasa asam-manis. Biji kakao tidak memiliki masa dormansi dan dapat langsung berkecambah dalam kondisi tertentu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....