Menyapa 93 Tahun Hari Penyiaran Nasional
- 01 Apr 2026 07:45 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tanggal 1 April bukan sekadar hari biasa. Di Indonesia, hari ini punya makna yang dalam sebuah momentum untuk mengenang lahirnya dunia penyiaran nasional yang telah menjadi jembatan informasi, hiburan, dan edukasi bagi masyarakat. Tahun 2026 ini, Hari Penyiaran Nasional atau Harsiarnas genap berusia 93 tahun. Sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari satu langkah sederhana di Kota Solo.
Menurut laman kpi.go.id Hari Penyiaran Nasional secara resmi ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2019. Penetapan ini bukan tanpa alasan. Tanggal 1 April dipilih karena bertepatan dengan berdirinya lembaga penyiaran radio pertama milik pribumi Indonesia, yaitu Solosche Radio Vereeniging atau SRV, pada tahun 1933 di Solo.
Lembaga ini diprakarsai oleh KGPAA Mangkunegoro VII, seorang tokoh penting yang juga dikenal sebagai pelopor penyiaran di Indonesia. Dari sinilah, cikal bakal dunia radio nasional mulai tumbuh dan berkembang.
Namun, perjalanan penyiaran di Indonesia sebenarnya sudah dimulai lebih awal, tepatnya pada tahun 1927. Saat itu, Mangkunegoro VII menerima hadiah berupa pesawat radio dari seorang Belanda. Dari alat sederhana itulah, ketertarikan terhadap dunia penyiaran mulai berkembang, hingga akhirnya melahirkan SRV sebagai tonggak sejarah.
Meski peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1933, penetapan resmi Hari Penyiaran Nasional membutuhkan waktu yang cukup panjang. Gagasan ini baru menguat puluhan tahun kemudian, tepatnya melalui deklarasi yang dilakukan pada 1 April 2010 di Surakarta, Jawa Tengah.
Deklarasi tersebut diprakarsai oleh Hari Wiryawan bersama berbagai elemen masyarakat mulai dari pemerintah, akademisi, budayawan, hingga insan penyiaran. Dukungan juga datang dari tokoh budaya seperti Gesang dan Waljinah.
Dalam deklarasi itu, ada dua usulan penting: menetapkan 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional, dan mengakui Mangkunegoro VII sebagai Bapak Penyiaran Indonesia. Upaya ini kemudian terus diperjuangkan hingga akhirnya diresmikan secara nasional pada tahun 2019.
Selama hampir satu abad, penyiaran telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dari radio sederhana hingga siaran digital saat ini, semuanya tetap membawa satu misi yang sama menyampaikan informasi, menghibur, dan mencerdaskan.
Hari Penyiaran Nasional bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang menghargai peran penting penyiaran dalam membentuk cara kita melihat dunia. Di balik setiap suara yang mengudara, ada semangat, ada dedikasi, dan ada harapan agar masyarakat terus terhubung, tercerahkan, dan tetap berbudaya.
Peringatan HARSIARNAS ke-93 tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional.” Semoga suara-suara kebaikan terus mengalun… dari udara… untuk Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....