Mengenal Morfologi Tanaman Anggrek Bulan, Salah Satu Bunga Puspa Indonesia

  • 30 Mar 2026 10:15 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tanaman hias menjadi salah satu alternatif untuk membuat lingkungan lebih indah, baik didalam atau diluar ruangan. Selain sebagai hiasan, tanaman hias juga memiliki manfaat ekologis seperti menciptakan kualitas udara yang lebih baik. Salah satu tanaman hias yang memiliki pesona khas adalah bunga Anggrek bulan.

Dikutip dari laman E-Journal Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Anggrek bulan atau merupakan salah satu bunga nasional Indonesia yang memiliki pesona khas. Penetapannya sebagai puspa pesona tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993, bersama sebagai puspa bangsa dan sebagai puspa langka. Keindahan dan keunikan anggrek bulan menjadikannya simbol keanggunan flora Indonesia.

Tanaman Bunga Anggrek bulan termasuk dalam kerajaan Plantae, divisi Spermatophyta, kelas Monocotyledonae, ordo Orchidales, famili Orchidaceae, genus Phalaenopsis, dan spesies Phalaenopsis amabilis. Tanaman ini dikenal sebagai salah satu jenis anggrek yang penting, karena sering dijadikan indukan dalam menghasilkan berbagai varietas hibrida yang menarik.

Sejarah penemuan anggrek bulan bermula pada abad ke-18 ketika seorang naturalis bernama menemukan spesies ini di Ambon sekitar tahun 1750 dan menamakannya Epidendrum album majus. Kemudian, pada tahun 1773 memberi nama Epidendrum amabile pada spesies yang ditemukan di Nusakambangan. Seiring perkembangan ilmu botani, tanaman ini akhirnya diklasifikasikan dalam genus Phalaenopsis hingga dikenal seperti saat ini.

Anggrek bulan termasuk jenis anggrek epifit monopodial yang tumbuh menjuntai. Batangnya sangat pendek dan tertutup oleh pelepah daun. Daunnya berjumlah kurang dari lima helai, berwarna hijau, tebal dan berdaging, dengan bentuk lonjong hingga bulat telur terbalik. Panjang daun berkisar antara 20–30 cm dan lebar 5–8 cm, dengan ujung tumpul atau sedikit meruncing.

Keindahan utama anggrek bulan terletak pada bunganya. Bunga tersusun dalam tandan yang dapat mencapai panjang hingga 50 cm dan sering kali bercabang. Dalam satu tangkai, terdapat sekitar 10 hingga 12 kuntum bunga yang harum dan memiliki masa mekar cukup lama, bahkan bisa bertahan hingga satu bulan. Diameter bunga berkisar antara 6–10 cm, dengan susunan mahkota yang saling bertumpang tindih membentuk tampilan yang elegan.

Warna bunga anggrek bulan umumnya putih bersih, dengan sentuhan kuning serta bintik kemerahan pada bagian bibir bunga (labellum). Struktur bunga terdiri dari sepal, petal, labellum, dan kolom (column) yang menjadi ciri khas keluarga anggrek. Selain itu, buahnya berbentuk lonjong dengan ukuran sekitar 7,5 x 1,3 cm.

Disisi lain, Anggrek bulan memiliki akar berbentuk silindris memanjang, berdaging, dan bercabang. Warna akar putih dengan ujung hijau, menandakan bagian aktif dalam penyerapan nutrisi. Akar anggrek bulan terbagi menjadi dua jenis, yaitu akar lekat yang berfungsi menempel pada media tumbuh, serta akar udara yang berperan penting dalam menyerap air dan unsur hara dari lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....