Dongeng Menyatukan Dunia lewat Cerita dan Imajinasi
- 14 Mar 2026 18:00 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Siapa yang tidak pernah mendengar dongeng? Banyak dari kita tumbuh dengan cerita sebelum tidur yang diceritakan orang tua atau kakek-nenek.
Dari kisah itu kita belajar tentang kebaikan, keberanian, hingga arti persahabatan. Tradisi bercerita inilah yang kini dirayakan dunia setiap 20 Maret dalam peringatan Hari Dongeng Sedunia.
Laman World Storytelling Day Official Website memaparkan, tradisi peringatan Hari Dongeng Sedunia berawal dari Swedia pada tahun 1991. Saat itu para pendongeng merayakan hari khusus yang disebut “Alla berättares dag”, yang berarti Hari Semua Pendongeng. Tujuannya sederhana namun bermakna, yakni menghidupkan kembali budaya mendongeng sebagai sarana berbagi cerita dan pengalaman hidup kepada masyarakat.
Gagasan ini kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai negara. Pada tahun 1997, komunitas pendongeng di Australia serta beberapa negara di Amerika Latin mulai merayakan hari serupa yang didedikasikan untuk seni bercerita. Kegiatan tersebut biasanya diisi dengan pertunjukan dongeng, pembacaan cerita, hingga festival cerita rakyat.
Memasuki tahun 2002, perayaan ini semakin dikenal di kawasan Skandinavia seperti Norwegia, Denmark, dan Finlandia. Sejak saat itu jaringan komunitas pendongeng di berbagai negara mulai terhubung dan merayakan hari yang sama. Hingga pada tahun 2009, peringatan Hari Dongeng Sedunia telah berkembang menjadi perayaan global yang dirayakan di berbagai belahan dunia.
Salah satu hal menarik dari Hari Dongeng Sedunia adalah adanya tema tahunan yang menjadi inspirasi bagi para pendongeng. Tema tersebut bisa berupa “Mimpi”, “Pohon”, atau “Petualangan”. Dengan tema yang sama, para pendongeng diberbagai negara dapat menyampaikan cerita yang berbeda-beda namun tetap terhubung dalam satu semangat berbagi kisah.
Dongeng sendiri bukan sekadar hiburan. Bagi anak-anak, dongeng memiliki manfaat besar dalam perkembangan bahasa, imajinasi, dan kemampuan berpikir. Cerita yang disampaikan secara lisan juga membantu menanamkan nilai moral seperti kejujuran, keberanian, persahabatan, dan kepedulian terhadap sesama.
Di banyak budaya, dongeng bahkan menjadi cara masyarakat menjaga identitas dan tradisi. Cerita rakyat, legenda, maupun kisah kepahlawanan sering kali menjadi cermin nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.
Di era digital saat ini, tradisi mendongeng tetap memiliki tempat istimewa. Walau teknologi berkembang pesat, kekuatan sebuah cerita tetap mampu menyentuh hati manusia. Dongeng mengingatkan kita bahwa melalui cerita, manusia dapat saling memahami, berbagi pengalaman, dan merawat imajinasi.
Karena itu, Hari Dongeng Sedunia bukan sekadar perayaan cerita. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat bahwa cerita adalah jembatan yang menghubungkan manusia, budaya, dan generasi di seluruh dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....