Perkebunan Pinang Betara yang semakin diminati petani

  • 06 Mar 2026 11:45 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pinang Betara merupakan salah satu komoditas perkebunan yang kini semakin diminati oleh para petani di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman ini dikenal memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, terutama karena permintaan pasar ekspor yang terus meningkat.

Banyak petani mulai melirik budidaya pinang Betara sebagai alternatif tanaman perkebunan yang menjanjikan selain kelapa sawit atau karet. Pinang Betara berasal dari jenis pinang unggul yang banyak dikembangkan di wilayah Jambi, khususnya di daerah Betara yang menjadi asal penamaannya.

Tanaman ini dikenal memiliki keunggulan dibandingkan pinang biasa, seperti pertumbuhan yang relatif cepat, ukuran buah yang seragam, serta produktivitas yang tinggi. Selain itu, pinang Betara juga cukup tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan tropis.

Dikutip dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dalam budidayanya, pinang Betara tergolong tanaman yang tidak terlalu sulit dirawat. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan cukup dan tanah yang subur. Petani biasanya menanam pinang dengan jarak tanam yang teratur agar pohon dapat tumbuh optimal.

Perawatan yang dilakukan meliputi pemupukan secara berkala, pembersihan gulma, serta pengendalian hama dan penyakit. Salah satu daya tarik utama pinang Betara adalah masa panennya yang cukup menguntungkan.

Tanaman ini umumnya mulai berbuah setelah berumur sekitar 3 hingga 4 tahun. Setelah memasuki masa produktif, pohon pinang dapat menghasilkan buah secara terus-menerus setiap tahun. Hal ini membuat pinang Betara menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi para petani.

Buah pinang Betara banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, terutama sebagai bahan baku industri dan kebutuhan tradisional di beberapa negara Asia. Negara seperti India, Pakistan, dan Bangladesh menjadi pasar utama ekspor pinang dari Indonesia. Permintaan yang stabil dari pasar internasional membuat harga pinang relatif menarik bagi petani. Selain memiliki nilai ekonomi yang baik, budidaya pinang Betara juga dinilai lebih ramah lingkungan.

Tanaman ini dapat tumbuh berdampingan dengan tanaman lain dalam sistem tumpang sari. Beberapa petani bahkan menanam pinang bersama tanaman pangan atau hortikultura untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan. Dengan berbagai keunggulan tersebut, tidak heran jika pinang Betara semakin diminati oleh petani di berbagai daerah.

Komoditas ini dianggap memiliki prospek cerah sebagai tanaman perkebunan masa depan. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan pasar yang kuat, pinang Betara berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi masyarakat pedesaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....