Mengenal Bunga Calla Lily
- 25 Feb 2026 10:57 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Calla lily adalah salah satu bunga hias yang terkenal karena bentuknya yang elegan dan tampilannya yang anggun. Meski disebut lily, bunga ini sebenarnya bukan termasuk keluarga lili sejati, melainkan berasal dari genus Zantedeschia dalam keluarga Araceae.
Keindahannya menjadikan calla lily populer sebagai dekorasi taman, rangkaian bunga, hingga bunga pernikahan. Calla lily berasal dari wilayah Afrika bagian selatan, khususnya di daerah seperti Afrika Selatan, Lesotho, dan Eswatini. Di habitat aslinya, bunga ini tumbuh subur di daerah beriklim hangat dengan tanah yang lembap, seperti di tepi sungai atau rawa. Karena daya tariknya, calla lily kini telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, baik sebagai tanaman pot maupun tanaman taman.
Calla lily memiliki beberapa ciri khas yang membuatnya mudah dikenali:
- Bentuk bunga unik: Bagian yang sering dianggap sebagai mahkota bunga sebenarnya adalah *spathe* (seludang bunga) yang melengkung indah mengelilingi tongkol (*spadix*) di tengahnya.
- Warna beragam: Selain putih yang paling klasik, calla lily juga tersedia dalam warna kuning, merah muda, ungu, oranye, hingga hampir hitam.
- Daun berbentuk panah: Daunnya lebar, hijau segar, dan kadang memiliki bercak putih dekoratif.
- Tinggi tanaman: Umumnya berkisar antara 30–90 cm, tergantung varietasnya.
Calla lily dari genus Zantedeschia dapat ditanam dari rimpang yang sehat dan tidak busuk. Sebelum menanam, siapkan media tanam yang gembur, subur, dan memiliki drainase baik, misalnya campuran tanah, kompos, dan pasir.
Tanam rimpang sedalam kurang lebih 5–10 cm dengan posisi mata tunas menghadap ke atas, lalu siram secukupnya hingga tanah lembap. Tanaman ini menyukai tempat dengan cahaya terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung sepanjang hari, sehingga cocok diletakkan di area yang mendapat sinar matahari pagi.
Dalam perawatannya, calla lily membutuhkan penyiraman rutin agar tanah tetap lembap, namun tidak tergenang karena dapat menyebabkan rimpang membusuk. Pemberian pupuk cair atau pupuk seimbang dapat dilakukan setiap dua hingga tiga minggu sekali saat masa pertumbuhan dan pembungaan untuk merangsang bunga yang sehat dan berwarna cerah.
Setelah selesai berbunga, beberapa varietas akan memasuki masa dorman yang ditandai dengan daun menguning; pada fase ini penyiraman perlu dikurangi dan biarkan tanaman beristirahat hingga muncul tunas baru. Dengan perawatan yang tepat, calla lily dapat tumbuh subur dan berbunga indah dalam waktu yang cukup lama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....