Kulit Tetap Lembap dan Glowing saat Berpuasa

  • 20 Feb 2026 22:54 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Masalah kulit kering, kusam, hingga bibir pecah-pecah sering kali muncul saat seseorang menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini umumnya terjadi akibat berkurangnya asupan cairan tubuh selama belasan jam, yang secara langsung berdampak pada hidrasi jaringan kulit.

Namun, memiliki wajah yang tetap segar dan glowing selama Ramadhan bukanlah hal yang mustahil jika kita memahami manajemen hidrasi dan perawatan dari luar yang tepat. Merujuk pada panduan kesehatan kulit dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), kunci utama kulit lembap dimulai dari kecukupan air minum saat waktu berbuka hingga sahur.

Menerapkan pola hidrasi 8 gelas sehari dengan jadwal yang terbagi sangat efektif untuk menjaga elastisitas sel kulit. Air yang cukup akan memastikan proses regenerasi sel tetap berjalan optimal meski tubuh sedang dalam keadaan berpuasa.

Selain air mineral, jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka sangat memengaruhi kesehatan kulit. Mengutip rekomendasi gizi dari American Academy of Dermatology (AAD), sangat disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan tinggi antioksidan dan asam lemak omega-3, seperti buah-buahan berair dan kacang-kacangan. Kandungan ini berfungsi sebagai pelindung alami (skin barrier) yang mengunci kelembapan dari dalam agar tidak mudah menguap akibat cuaca panas.

Dari sisi perawatan luar, penggunaan pelembap atau moisturizer menjadi kewajiban yang tidak boleh dilewatkan setelah mencuci muka atau berwudu. Berdasarkan studi yang dirilis dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, penggunaan pelembap yang mengandung hyaluronic acid atau glycerin mampu mengikat molekul air di permukaan kulit lebih lama. Hal ini sangat membantu mencegah kulit terasa "tertarik" atau bersisik saat Anda beraktivitas di ruangan ber-AC maupun di bawah terik matahari.

Langkah selanjutnya yang sering terlupakan adalah perlindungan dari sinar ultraviolet. Menurut anjuran pakar kesehatan dari Skin Cancer Foundation, meskipun sedang puasa, penggunaan sunscreen dengan minimal SPF 30 tetap wajib diaplikasikan setiap dua hingga tiga jam sekali. Perlindungan ini mencegah degradasi kolagen akibat paparan sinar matahari yang dapat memperparah tampilan kulit kusam dan munculnya flek hitam selama bulan Ramadhan.

Kualitas istirahat juga memegang peranan vital dalam menjaga kemilau alami wajah. Sesuai riset yang dipublikasikan oleh National Sleep Foundation, saat kita tidur nyenyak, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan yang memperbaiki kerusakan sel kulit. Oleh karena itu, mengatur jadwal tidur agar tetap mencukupi 7-8 jam, meskipun harus bangun untuk sahur, sangat berpengaruh pada kecerahan wajah agar tidak terlihat lelah atau muncul lingkaran hitam di bawah mata.

Kulit yang sehat adalah cerminan dari pola hidup yang seimbang. Dengan kombinasi hidrasi yang cerdas, asupan nutrisi yang tepat, serta perawatan kulit yang konsisten, penampilan Anda akan tetap prima dan bercahaya hingga hari raya tiba. Mari jaga kesehatan kulit sebagai bentuk rasa syukur dalam menjalankan ibadah dengan penuh semangat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....