Bahaya Langsung Makan Berat saat Adzan Maghrib

  • 20 Feb 2026 22:16 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Momen berbuka puasa sering kali menjadi ajang "balas dendam" dengan menyantap beragam hidangan berat seketika saat adzan berkumandang. Namun, kebiasaan langsung mengonsumsi nasi padang, gorengan berlebih, atau makanan bersantan kental saat perut kosong justru menyimpan risiko kesehatan yang serius.

Lambung yang telah beristirahat selama lebih dari 12 jam membutuhkan proses adaptasi sebelum mengolah makanan yang kompleks. Merujuk pada publikasi kesehatan dari Direktorat Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, langsung menyantap makanan berat dapat memicu gangguan pencernaan akut seperti dyspepsia atau maag.

Kondisi ini terjadi karena lambung dipaksa bekerja ekstra keras secara mendadak untuk memproduksi asam lambung dalam jumlah besar. Akibatnya, muncul rasa begah, kembung, hingga mual yang justru mengganggu kenyamanan ibadah salat tarawih.

Selain masalah lambung, lonjakan gula darah secara drastis atau glucose spike menjadi ancaman nyata bagi tubuh. Berdasarkan studi yang dirilis oleh Harvard School of Public Health, mengonsumsi karbohidrat kompleks dan lemak tinggi secara cepat setelah berpuasa akan membuat pankreas bekerja sangat berat untuk melepaskan insulin. Fenomena ini tidak hanya menyebabkan rasa kantuk yang luar biasa (food coma), tetapi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko resistensi insulin.

Ancaman lain yang sering tidak disadari adalah risiko penyakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Menurut pakar kesehatan dalam jurnal The Lancet Gastroenterology & Hepatology, memasukkan volume makanan yang besar sekaligus saat perut kosong dapat menyebabkan otot katup kerongkongan melemah. Hal ini mengakibatkan asam lambung naik kembali ke tenggorokan, yang menimbulkan rasa terbakar di dada atau heartburn.

Oleh karena itu, masyarakat sangat dianjurkan untuk mengikuti pola berbuka yang bertahap sesuai anjuran medis dan sunnah. Mengutip pedoman Isi Piringku dari Kemkes RI, awali berbuka dengan air putih hangat dan sedikit asupan glukosa alami seperti buah kurma. Kurma mengandung serat dan gula alami yang mudah diserap tubuh untuk memulihkan energi tanpa memberikan beban kerja berlebih pada sistem metabolisme.

Setelah mengonsumsi takjil ringan, berikan jeda waktu sekitar 15 hingga 30 menit—misalnya setelah menunaikan salat Maghrib—sebelum melanjutkan ke hidangan utama. Jeda ini sangat penting untuk memberi sinyal pada otak dan sistem pencernaan bahwa proses pengolahan makanan telah dimulai. Dengan cara ini, nutrisi dari makanan berat dapat diserap lebih optimal oleh tubuh tanpa menimbulkan efek samping yang menyakitkan.

Sebagai penutup, kunci dari puasa yang sehat adalah pengendalian diri, termasuk saat menghadapi meja makan. Menjaga pola makan yang teratur dan bertahap bukan hanya soal mengikuti tradisi, melainkan bentuk investasi kesehatan jangka panjang. Mari jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk memperbaiki metabolisme tubuh dengan cara makan yang benar dan tidak berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....