Mengenal Budidaya dan Khasiat Tanaman Oxalis latifolia
- 18 Feb 2026 16:16 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tanaman Oxalis latifolia yang lebih dikenal masyarakat sebagai calincing atau daun kupu-kupu merupakan tumbuhan yang tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias, tetapi juga memiliki nilai budidaya dan khasiat kesehatan. Dikutip dari laman socfindoconservation.co.id Tanaman ini berkembang biak secara vegetatif melalui umbi maupun secara generatif melalui biji, meskipun pembentukan biji jarang terjadi.
Dalam pertumbuhannya, Oxalis latifolia melalui tiga fase utama yang berkaitan dengan perkembangan umbi. Fase pertama adalah fase pembentukan yang berlangsung pada minggu pertama hingga kelima, ditandai pertambahan berat kering yang relatif lambat, namun laju pertumbuhan relatif cukup tinggi.
Selanjutnya fase reproduksi terjadi pada minggu keenam hingga kedua belas, ketika stolon tumbuh dari umbi induk dan membentuk bulbil baru. Fase terakhir adalah fase penuaan yang dimulai pada minggu ke-13 dan seterusnya.
Baca : https://gayahidup.rri.co.id/pekanbaru/iptek/2191541/morfologi-tanaman-oxalis-latifolia?nocache=true
| Baca juga: Mengenal Lebih Dekat dengan Tanaman Alpukat |
Selain mudah dibudidayakan, tanaman ini juga mengandung berbagai senyawa kimia penting, seperti tanin, alkaloid, fenol, saponin, flavonoid, dan asam oksalat. Kandungan tersebut menjadikan tanaman ini berpotensi dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional maupun pengembangan bahan herbal.
Tanaman Oxalis latifolia diketahui memiliki beragam khasiat kesehatan. Dipercaya membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti maag, disentri, dan diare, serta menurunkan demam. Selain itu, tanaman ini juga digunakan untuk penyembuhan luka, mengatasi penyakit kulit, menghilangkan kutil, mengurangi kekeruhan kornea, hingga meredakan muntah pada anak.
Selain itu, tanaman ini juga memiliki aktivitas antibakteri, antijamur, antiinflamasi, dan antiskorbut. Pemanfaatan tanaman ini dalam bentuk simplisia cukup mudah dilakukan. Daun calincing terlebih dahulu dicuci bersih dengan air mengalir lalu ditiriskan.
Setelah itu daun dikeringkan, baik dengan sinar matahari langsung maupun menggunakan oven bersuhu sekitar 40 derajat Celsius hingga kadar airnya rendah. Daun yang telah kering kemudian dihaluskan hingga menjadi bubuk halus menggunakan blender atau alat penumbuk. Bubuk simplisia tersebut selanjutnya disimpan dalam wadah bersih dan kedap udara agar kualitasnya tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....