Tas Pandan Kian Hilang

  • 14 Feb 2026 19:59 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Keranjang belanja dari anyaman daun pandan dulu sangat mudah ditemukan, hampir setiap ibu rumah tangga membawanya ke pasar. Bentuknya sederhana, tapi kuat dan tahan lama, selain itu, tas ini juga ramah lingkungan karena terbuat dari bahan alami.

Disadur dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi – kebudayaan.kemdikbud.go.id, sekarang, pemandangan itu sudah jarang terlihat. Banyak orang lebih memilih kantong plastik atau tas pabrik.

Alasannya karena lebih praktis dan mudah didapat. Padahal, keranjang pandan punya nilai lebih, bukan hanya sebagai alat, tapi juga bagian dari budaya.

Beberapa pengrajin mengatakan, minat masyarakat sudah jauh berkurang. Anak muda juga jarang yang mau belajar membuat anyaman.

Padahal, proses pembuatannya butuh kesabaran dan keterampilan khusus. Daun pandan harus dikeringkan dulu, lalu dianyam dengan rapi hingga menjadi keranjang yang kuat.

Bagi sebagian orang tua, keranjang pandan punya kenangan tersendiri. Mereka ingat bagaimana dulu membawa hasil belanja dengan bangga. Selain itu, keranjang ini juga bisa dipakai bertahun-tahun, tidak seperti plastik yang mudah rusak.

Para pemerhati budaya menyebutkan, anyaman pandan adalah warisan tradisional yang perlu dijaga. Kalau tidak dilestarikan, bukan tidak mungkin suatu hari nanti keranjang ini benar-benar hilang. Karena itu, perlu ada perhatian dari masyarakat dan juga generasi muda.

Saat ini, masih ada beberapa pengrajin yang bertahan. Mereka berharap anyaman pandan kembali diminati. Bukan hanya sebagai alat belanja, tapi juga sebagai simbol budaya yang pernah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....