Mengenal Tanaman Kakao, Asal Usul Cokelat

  • 11 Feb 2026 20:50 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Biji kakao menjadi bahan baku utama pembuatan cokelat, sehingga banyak yang membudidayakan tanaman ini, termasuk di Indonesia. Untuk mengenal lebih dekat dengan tanaman ini, kita bisa lihat dari kajian berikut.

Dikutip dari laman pertanian.go.id, pada tanaman kakao, setiap bagian memiliki peran tersendiri dalam menunjang pertumbuhan hingga mencapai produksi yang optimal. Daun tanaman kakao memiliki sifat dimorfisme, yakni tumbuh pada dua jenis tunas, yaitu tunas ortotrop dan plagiotrop.

Tangkai daun pada tunas ortotrop berukuran lebih panjang, sekitar 7,5–10 cm, sedangkan pada tunas plagiotrop sekitar 2,5 cm. Daun kakao juga memiliki dua persendian pada pangkal dan ujung tangkai yang memungkinkan daun menyesuaikan arah datangnya cahaya matahari. Ketebalan daun dipengaruhi intensitas cahaya, di mana daun yang tumbuh di tempat teduh cenderung lebih lebar dan hijau, tetapi lebih tipis dibanding daun yang mendapat cahaya penuh.

Pada bagian batang dan cabang, kakao juga menunjukkan dimorfisme tunas vegetatif. Tunas yang tumbuh tegak disebut tunas ortotrop atau chupon, sedangkan tunas yang tumbuh menyamping disebut plagiotrop atau cabang kipas. 

Tanaman kakao dari biji biasanya berhenti tumbuh vertikal saat tinggi mencapai sekitar 0,9–1,5 meter, kemudian membentuk percabangan utama yang dikenal sebagai jorket. Pada tanaman dewasa, tunas air yang tumbuh pada batang sering dibuang dalam budidaya agar tajuk tetap rendah dan produksi buah lebih optimal.

Akar kakao berkembang cepat pada fase awal pertumbuhan. Akar tunggang dapat mencapai panjang sekitar 25 cm dalam tiga bulan pertama, lalu pertumbuhannya melambat. 

Pada tanaman dewasa, akar tunggang dapat menembus tanah hingga kedalaman 1–1,5 meter, tergantung kondisi tanah dan ketersediaan air. Namun sebagian besar akar lateral berkembang dekat permukaan tanah pada kedalaman 0–30 cm, sehingga sistem perakaran kakao tergolong dangkal.

Tanaman kakao bersifat kauliflori, yaitu bunganya tumbuh langsung dari batang dan cabang pada bantalan bunga. Struktur bunga terdiri dari lima daun kelopak, lima mahkota, sepuluh tangkai sari yang tersusun dalam dua lingkaran, serta bakal buah yang terdiri dari lima daun buah. Bunga kakao berwarna putih, ungu, atau kemerahan, dan satu bakal buah dapat berisi 40–60 bakal biji.

Sementara itu, buah kakao memiliki bentuk dan warna yang bervariasi tergantung kultivarnya. Umumnya buah muda berwarna hijau atau merah, lalu berubah menjadi kuning atau oranye saat matang. Buah kakao masak dalam waktu sekitar 5–6 bulan, dengan panjang berkisar 10–30 cm dan diameter 7–15 cm.

Di dalam buah terdapat 20–50 biji yang tersusun dalam lima baris mengelilingi poros buah. Biji kakao dilindungi daging buah berwarna putih yang rasanya asam-manis dan mengandung zat penghambat perkecambahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....