Keberadaan Lampu Teplok Kian Langka di Masa Kini
- 11 Feb 2026 18:01 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Lampu teplok dulu jadi andalan di banyak rumah, terutama saat listrik belum menjangkau semua daerah. Cahayanya memang tidak seterang lampu LED sekarang, tapi hangat dan cukup untuk menerangi ruang keluarga.
Kini, keberadaan lampu teplok makin sulit ditemukan. Di pasar tradisional pun, tidak semua pedagang lagi menjualnya.
Disadur dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI – Informasi pelestarian benda budaya tradisional (kemdikbud.go.id), perubahan zaman jadi salah satu penyebabnya. Sejak listrik masuk hingga ke pelosok desa, masyarakat beralih ke lampu listrik yang lebih praktis dan terang.
Lampu berbahan bakar minyak tanah ini perlahan tersisih. Apalagi, penggunaan minyak tanah juga semakin berkurang sejak banyak orang beralih ke gas elpiji untuk kebutuhan rumah tangga.
Meski begitu, lampu teplok bukan sekadar alat penerang. Bagi sebagian orang, benda ini menyimpan kenangan.
Banyak orang tua mengenang masa belajar di bawah cahaya teplok, atau momen berkumpul bersama keluarga saat malam hari. Nilai sejarah dan emosional inilah yang membuat sebagian kolektor masih mencari dan menyimpannya.
Di beberapa daerah, lampu teplok masih dipakai saat terjadi pemadaman listrik. Bentuknya sederhana, mudah digunakan, dan tidak bergantung pada daya listrik. Namun jumlah pengrajinnya semakin sedikit. Generasi muda jarang yang melanjutkan usaha pembuatan lampu tradisional ini karena permintaan pasar terus menurun.
Melihat kondisi ini, sejumlah pegiat budaya menilai lampu teplok perlu dilestarikan sebagai bagian dari warisan benda tradisional. Bukan hanya sebagai alat, tetapi sebagai simbol perjalanan hidup masyarakat Indonesia sebelum era listrik modern. Tanpa upaya pelestarian, bukan tidak mungkin lampu teplok hanya akan tinggal cerita di buku sejarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....