Kandungan Senyawa dan Manfaat Tanaman Kembang Sepatu

  • 26 Jan 2026 12:05 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tanaman kembang sepatu bukan hanya dikenal sebagai tanaman hias yang memperindah taman dan pekarangan rumah, tetapi juga memiliki nilai penting dalam pengobatan tradisional. Berbagai bagian tanaman ini telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan herbal alami untuk membantu mengatasi beragam gangguan kesehatan.

Dikutip dari laman www.socfindoconservation.co.id Kembang sepatu dapat dibudidayakan melalui beberapa metode perbanyakan, baik secara generatif maupun vegetatif. Perbanyakan generatif dilakukan melalui biji, sedangkan perbanyakan vegetatif dapat dilakukan melalui stek batang dan cangkok.

Kembang sepatu mengandung berbagai senyawa kimia aktif yang berkhasiat bagi kesehatan. Beberapa kandungan utamanya meliputi flavonoida, polifenol, antosianin, cyaniding-diglucoside, hibisetin, saponin, kalsium oksalat, cardiac glycosides, taraxeryl acetate, serta enzim peroxidase. Kandungan senyawa inilah yang menjadi dasar pemanfaatan kembang sepatu dalam pengobatan tradisional dan herbal.

Dalam pengobatan tradisional, kembang sepatu dipercaya memiliki banyak khasiat. Tanaman ini digunakan sebagai obat diabetes melitus, pencahar alami, antihipertensi, antikanker, antidiare, serta antiinfertilitas.

Selain itu, kembang sepatu juga dimanfaatkan untuk membantu mengatasi gangguan ginjal, meningkatkan gairah seksual, mengurangi gangguan menstruasi, menurunkan demam, menyembuhkan luka, hingga digunakan sebagai terapi tradisional untuk penyakit TBC.

Kembang sepatu dapat diolah menjadi simplisia sebagai bahan obat herbal. Prosesnya dimulai dengan memetik daun segar, kemudian mencucinya menggunakan air mengalir hingga bersih. Daun diiris tipis dan dikeringkan di tempat teduh hingga benar-benar kering. Setelah itu, bahan kering dihaluskan menggunakan blender hingga menjadi serbuk, lalu disimpan dalam wadah tertutup dan bersih agar kualitasnya tetap terjaga.

Dalam praktik pengobatan tradisional, kembang sepatu juga digunakan sebagai bahan ramuan alami. Untuk mengatasi demam, tujuh lembar daun kembang sepatu diremas atau ditumbuk dengan sedikit air, kemudian digunakan sebagai kompres di dahi dan dilakukan tiga kali sehari.

Sementara untuk batuk rejan, dua kuntum bunga kembang sepatu ditumbuk halus, dicampur dengan 200 mililiter air matang dan sedikit garam, kemudian diperas dan disaring. Air hasil saringan diminum dua kali sehari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....