Mengenal Tanaman Jati, Penghasil Kayu Berkualitas Tinggi

  • 31 Des 2025 08:39 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Pohon jati (Tectona grandis Linn. f.) dikenal sebagai salah satu jenis pohon penghasil kayu berkualitas tinggi yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Dalam bahasa Inggris, jati disebut teak, yang berasal dari kata thekku dalam bahasa Malayalam, India Selatan.

Kayu jati memiliki kekuatan dan daya tahan yang sangat baik, sehingga sering dijadikan bahan untuk pembuatan furnitur, mebel, peralatan rumah tangga, hingga penyangga struktur bangunan. Di Indonesia, komoditas kayu jati menjadi sumber ekonomi daerah, terutama di wilayah Blora, Jepara, Grobogan, Pati, hingga Sragen yang dikenal sebagai sentra pengrajin mebel kayu jati.

Kayu terbaik umumnya diperoleh dari pohon berusia lebih dari 80 tahun, dimana semakin tua usia pohon, kualitas kayunya dinilai semakin kuat dan bernilai tinggi.

Jati merupakan tanaman yang mudah ditemui di berbagai wilayah Indonesia. Karakternya kokoh dengan batang yang tinggi serta mampu bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem. Pohon ini tumbuh optimal di daerah dengan curah hujan antara 1.200 hingga 2.000 mm per tahun.

Sistem Akar Tanaman Jati pada fase muda, akar jati tumbuh cepat dengan akar tunggang yang kemudian bercabang dan menyebar ke samping. Akar dapat menembus tanah hingga kedalaman 1,5–2 meter pada tanah subur, namun pada tanah gersang kedalamannya hanya sekitar 70–80 cm. Struktur akar yang kuat membuat jati tahan terhadap terpaan angin.

Sedangkan untuk batang jati mampu mencapai diameter batang 1,8–2,4 meter dengan tinggi 40–45 meter. Batangnya berbentuk silindris tegak dengan percabangan bertipe tetragonal. Kulit batang berwarna kuning keabuan dengan permukaan pecah dangkal memanjang.

Daun jati berbentuk seperti bulat telur terbalik, berpasangan pada batang, dan memiliki permukaan berbulu halus pada kedua sisinya. Saat musim kemarau, daun akan berguguran (meranggas) sebagai bentuk adaptasi terhadap kekurangan air.

Bunga jati berkelamin dua (biseksual) dan biasanya mekar pada musim penghujan sekitar bulan Oktober–November. Bunga jati berwarna putih dengan bulir bercabang panjang 40–70 cm. Buahnya berbentuk drupe dan tergolong biji orthodoks yang dapat dipanen antara bulan Mei hingga September.

Jati tumbuh baik di daerah tropis dengan kelembaban 60–80 persen. Ketinggian ideal pertumbuhan berada pada 700 mdpl dengan jenis tanah ber-pH 6–8 dan memiliki kandungan kapur serta fosfor seperti lempung, lempung berpasir, dan liat berpasir. Di Indonesia, jati dapat tumbuh di hutan dataran rendah, pegunungan, hutan tanaman industri, serta lahan kering maupun basah yang tidak produktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....