Filosofi Baju Toga

  • 26 Nov 2025 20:05 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Baju toga bukan sekadar pakaian hitam panjang yang dipakai saat wisuda. Di balik bentuknya yang sederhana, toga menyimpan sejarah panjang dan penuh makna. Banyak orang mungkin hanya melihatnya sebagai simbol kelulusan, tapi sebenarnya toga sudah digunakan sejak zaman Romawi Kuno sebagai tanda kehormatan dan ilmu pengetahuan. Jadi, ketika seseorang mengenakan toga, itu menunjukkan bahwa ia telah melewati proses belajar yang panjang dan berhasil menyelesaikannya.

Sebagaimana disadur dari website resmi Universitas Indonesia: ui.ac.id, informasi tentang tradisi wisuda, warna hitam pada toga juga memiliki arti tersendiri. Warna ini melambangkan kewibawaan, keseriusan, dan kedewasaan dalam berpikir. Saat wisuda, warna hitam memberikan kesan bahwa seorang lulusan sudah siap memasuki dunia baru yang penuh tanggung jawab. Selain itu, warna hitam dianggap netral dan cocok untuk berbagai tradisi pendidikan di seluruh dunia, sehingga mudah diterima sebagai simbol resmi.

Salah satu bagian yang tidak bisa dilewatkan dari toga adalah topinya, yang dikenal dengan nama mortarboard. Bentuknya yang kotak melambangkan pemikiran terstruktur dan kemampuan berpikir logis. Sementara tali atau rumbai yang digantung pada topi memiliki makna transisi. Biasanya, rumbai akan dipindahkan dari sisi kanan ke kiri saat prosesi wisuda sebagai tanda bahwa seseorang resmi menyandang gelar pendidikan.

Tidak hanya itu, toga juga mencerminkan kerendahan hati. Walaupun seorang lulusan telah mencapai keberhasilan, toga mengingatkan bahwa ilmu yang dimiliki masih perlu dikembangkan. Filosofi ini sangat selaras dengan dunia pendidikan yang terus berkembang. Ilmu tidak berhenti hanya karena seseorang sudah lulus, tetapi justru menjadi awal perjalanan baru.

Dengan begitu, toga bukan hanya simbol kelulusan, tetapi juga simbol perjalanan, tanggung jawab, dan harapan masa depan. Ketika seseorang mengenakan toga, ia membawa pesan bahwa dirinya telah berjuang, belajar, dan siap melangkah ke tahap berikutnya dalam hidup. Filosofi inilah yang membuat toga tetap dipertahankan sampai sekarang dalam tradisi wisuda di berbagai negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....