Fakta Nutrisi Air Tebu yang Jarang Kita Ketahui

  • 25 Nov 2025 14:58 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Banyak dari kita mungkin familiar dengan manisnya gula pasir yang sehari-hari dipakai untuk membuat minuman. Namun, ada satu olahan lain dari tanaman tebu yang tak kalah populer, yakni air tebu.

Rasanya manis, segar, dan kerap menjadi pilihan pelepas dahaga. Meski berasal dari sumber yang sama, nutrisi air tebu ternyata berbeda jauh dengan air gula biasa.

Mengutip Jurnal Politeknik Perkebunan Yogyakarta, menyebutkan bahwa air tebu hasil perasan langsung dari batang tebu yang tidak melalui proses pemurnian seperti gula pasir ini masih menyimpan nutrisi alami dari tanaman tebu. Inilah yang membuat kandungan gizinya lebih beragam.

Secara rasa, air tebu memang manis. Tetapi isi di dalamnya tidak hanya gula atau karbohidrat saja, berbeda dari gula pasir yang hampir seluruhnya berisi sukrosa, air tebu justru mengandung glukosa dan fruktosa.

Komposisi ini berpengaruh pada nilai indeks glikemik, yaitu ukuran seberapa cepat karbohidrat diubah menjadi gula darah. Semakin tinggi nilainya, semakin cepat lonjakan gula dalam tubuh.

Untuk gambaran sederhana, satu gelas air tebu ukuran 240 mililiter mengandung sekitar 180 kalori dan 30 gram gula. Sementara itu, satu sendok makan gula pasir memiliki sekitar 50 kalori dan 13 gram gula. Meski air tebu dianggap lebih alami, jumlah konsumsinya tetap perlu diperhatikan.

Departemen Kesehatan RI merekomendasikan batas aman konsumsi gula harian maksimal 50 gram atau setara empat sendok makan. Bila melebihi batas tersebut, risiko obesitas, gangguan gula darah, hingga penyakit jantung bisa meningkat.

Yang menarik, air tebu mengandung polifenol, yakni antioksidan alami yang tidak ditemukan pada gula pasir. Senyawa ini membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas, serta dikenal memiliki efek antiviral, antialergi, dan antiperadangan.

Namun untuk mendapatkan manfaat tersebut, air tebu sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk segar, bukan yang sudah dikemas. Proses pengawetan atau penambahan bahan tambahan bisa merusak kandungan polifenol itu sendiri.

Meski tidak termasuk minuman kaya vitamin dan mineral, air tebu tetap memiliki sejumlah mineral dalam jumlah kecil. Kandungan nutrisi inilah yang membuat air tebu tidak bisa disamakan dengan air gula biasa.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa air tebu memiliki indeks glikemik lebih rendah dan kandungan kalorinya juga tidak setinggi yang diperkirakan banyak orang. Karena itu, minuman ini dinilai relatif aman dikonsumsi, termasuk bagi penderita diabetes tentu dengan catatan jumlahnya tetap terkontrol.

Pada akhirnya, air tebu bukan sekadar minuman manis yang menyegarkan. Di balik warnanya yang keruh dan rasanya yang khas, ada manfaat alami dari tanaman tebu yang tidak ditemukan pada gula pasir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....