Pesona Hijau Pohon Tapak Leman
- 21 Okt 2025 18:38 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Di tengah hiruk pikuk kota dan semakin berkurangnya ruang hijau, kehadiran pohon tapak leman menjadi oase yang menenangkan. Tanaman berdaun hijau segar ini bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menyimpan banyak manfaat ekologis dan kesehatan.
Tapak leman, yang dikenal dengan nama ilmiah Elephantopus scaber, merupakan tanaman liar yang tumbuh di tanah lembap dan banyak ditemukan di tepi hutan, kebun, atau ladang. Meskipun sederhana, tanaman ini menyimpan pesona yang luar biasa, baik dari segi keindahan maupun khasiatnya.
Pohon tapak leman memiliki ciri khas berupa daun lebar dengan permukaan berbulu halus dan bentuk yang menyerupai telapak kaki manusia itulah sebabnya masyarakat menamainya “tapak leman.” Warna daunnya yang hijau tua dan tekstur yang kokoh membuat tanaman ini tampak menyejukkan mata.
Tak heran, banyak orang mulai menanamnya di pekarangan rumah sebagai tanaman hias sekaligus tanaman obat. Dalam Buku Tanaman Obat Indonesia karya Hembing Wijayakusuma (2012), disebutkan bahwa tapak leman mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh.
Selain sebagai tanaman herbal, tapak leman juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Daunnya yang lebat dapat membantu menahan erosi tanah dan menjaga kelembapan di sekitar area tumbuhnya.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK, 2021), tanaman lokal seperti tapak leman termasuk jenis vegetasi yang mendukung konservasi lahan kritis karena akarnya mampu menstabilkan struktur tanah di kawasan berlereng.
Dalam dunia pengobatan tradisional, tapak leman telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan. Daunnya bisa direbus dan diminum sebagai ramuan alami untuk menurunkan panas tubuh, mengobati luka, hingga menjaga fungsi hati.
Khasiatnya yang luas membuat tanaman ini dijuluki “pohon seribu manfaat.” Namun demikian, para ahli tanaman obat tetap menyarankan agar penggunaan herbal ini dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Penelitian dari Journal of Ethnopharmacology (2020) juga menegaskan bahwa ekstrak tapak leman memiliki efek antiinflamasi dan antimikroba yang cukup kuat, meski masih perlu dikaji lebih lanjut secara klinis.
Kini, keberadaan tapak leman mulai dilirik kembali oleh para pecinta tanaman herbal dan penggiat lingkungan. Banyak komunitas hijau yang mengajak masyarakat untuk menanam tanaman lokal seperti ini sebagai bentuk pelestarian alam dan penghijauan perkotaan. Selain mudah dirawat, tapak leman juga tahan terhadap cuaca panas sehingga cocok ditanam di berbagai wilayah Indonesia.
Pesona hijau pohon tapak leman memang tidak sekadar pada bentuknya yang sederhana, tetapi pada manfaat dan filosofi yang dikandungnya. Ia mengajarkan kita tentang keseimbangan, keteguhan, dan peran kecil yang bisa membawa kebaikan besar bagi lingkungan.
Dengan menanam dan melestarikannya, kita turut menjaga harmoni antara manusia dan alam sebuah hubungan yang semakin penting di tengah perubahan iklim dan modernisasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....