Cabe Gendot, Paprika Mini dengan Sensasi Membakar

  • 17 Okt 2025 14:42 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Dunia kuliner kembali dihebohkan dengan hadirnya cabe gendot, cabai super pedas yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Dikenal dengan nama ilmiah Capsicum chinense, cabai ini awalnya berasal dari Semenanjung Yucatan, Amerika Tengah, namun kini sukses dibudidayakan di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Menariknya, menurut situs wikipedia meski memiliki nama ilmiah “chinense” yang berarti “dari China”, penamaan tersebut sebenarnya muncul akibat kekeliruan seorang taksonomis pada abad ke-18. Ia mengira cabai ini berasal dari Tiongkok, padahal tanaman ini justru berasal dari kawasan tropis Amerika.

Di Indonesia, masyarakat mengenalnya dengan sebutan cabe gendot atau cabe bendot, karena bentuknya menggembung seperti paprika mini. Ukurannya hanya seujung jempol kaki orang dewasa, dengan tekstur renyah dan aroma khas. Saat muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning hingga merah menyala ketika matang.

Laman Repository USM juga menyebutkan dari sisi kepedasan, cabe gendot tidak main-main. Tingkat pedasnya mencapai 100.000–350.000 skala Scoville (SHU), jauh di atas cabai rawit biasa. Tak heran, sensasi pedasnya sering membuat lidah “bergetar” bagi yang belum terbiasa.

Selain pedas, cabe gendot juga dikenal memiliki daya simpan cukup baik. Di suhu ruangan, cabai ini bisa bertahan hingga 10 hari, sementara jika disimpan dalam kulkas dapat awet lebih dari sebulan.

Kini, cabe gendot menjadi salah satu komoditas menarik di kalangan petani dataran tinggi. Di Dieng dan beberapa daerah pegunungan Jawa Barat, budidayanya kian meluas karena dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi ekspor.

Dari segi nutrisi, cabe gendot kaya akan vitamin C, karotenoid, serta senyawa antioksidan yang baik untuk tubuh. Dalam dunia kuliner, cabai ini biasa diolah menjadi sambal, tumisan, atau pelengkap masakan khas pedas dengan cita rasa unik.

Kendati belum dibudidayakan secara masif seperti cabai rawit atau cabai merah besar, cabe gendot memiliki peluang besar menjadi varietas unggulan Indonesia. Dengan promosi yang tepat dan pengolahan pascapanen yang baik, cabai “mini tapi mematikan” ini berpotensi menjadi ikon baru dunia kuliner Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....