Makna Peribahasa “Besar Pasak daripada Tiang”
- 31 Jul 2025 21:03 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Di tengah arus modernisasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital, gaya hidup masyarakat pun mengalami pergeseran. Kemudahan akses informasi dan dominasi media sosial telah membentuk budaya baru, di mana fenomena tersebut membuat orang berlomba-lomba untuk memamerkan aktivitas mereka di media sosial.
Banyak orang terdorong untuk mengikuti tren demi eksistensi di dunia maya, tanpa mempertimbangkan kemampuan finansial/penghasilan. Dalam konteks ini, sebuah peribahasa lama “besar pasak daripada tiang” kembali relevan sebagai cermin kehidupan masa kini.
Mengutip dari laman infoasn.id, peribahasa “Besar pasak daripada tiang” merupakan ungkapan lama yang masih sangat relevan di era digital saat ini. Peribahasa ini menggambarkan kondisi ketika pengeluaran seseorang melebihi pendapatannya.
Dalam konteks zaman dulu, hal ini menjadi peringatan agar seseorang tidak hidup boros atau lebih besar gaya daripada gaji. Namun kini, peribahasa ini bisa dikaitkan dengan fenomena gaya hidup konsumtif yang dipicu oleh tekanan media sosial.
Di era serba digital, banyak orang terdorong untuk tampil “sempurna” di dunia maya. Keinginan untuk selalu terlihat modis, eksis di tempat-tempat hits, hingga memakai gadget terbaru, sering kali membuat seseorang memaksakan gaya hidup di luar batas kemampuannya. Tidak sedikit yang akhirnya rela berutang demi membeli barang-barang yang sejatinya bukan kebutuhan, melainkan sekadar pelengkap citra di media sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....