Lontar, 'Pohon Kehidupan' dan Segudang Manfaatnya di Nusantara
- 11 Jul 2025 16:34 WIB
- Pekanbaru
KBRN Pekanbaru: Lontar, yang juga dikenal sebagai siwalan dalam bahasa Jawa atau tal, adalah sejenis pohon palma yang tumbuh subur di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tumbuhan ini memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat lokal, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana ia dijuluki sebagai "pohon kehidupan" karena kegunaannya yang sangat beragam.
Situs org.wikipedia.id menyebutkan Pohon lontar menawarkan manfaat dari ujung akar hingga daunnya, menyediakan sumber daya vital untuk kebutuhan sehari-hari, pangan, dan budaya. Salah satu kegunaan utama pohon lontar adalah produksi nira. Nira ini disadap dari karangan bunga, terutama tongkol bunga betina. Cairan manis ini dapat diolah menjadi gula tradisional atau difermentasi menjadi minuman seperti legen atau tuak.
Buah Lontar, terutama yang masih muda, juga menjadi sumber pangan populer. Biji buah yang masih lunak, bening, dan berair (endosperma cair) memiliki tekstur serta rasa yang mirip dengan kolang-kaling. Buah muda ini banyak diperdagangkan di pinggir jalan dan sering diolah menjadi campuran minuman segar. Di daerah pesisir Jawa Timur, seperti Paciran, Lamongan, buah lontar diolah menjadi Es Dawet Siwalan, yang terkenal lezat karena menggunakan sari nira asli sebagai pemanis.
Selain buah muda, daging buah yang tua, berwarna kekuningan dan berserat, dapat dikonsumsi langsung, dimasak, atau diolah menjadi selai dan bahan campuran kue.
Manfaat pohon lontar meluas hingga ke sektor kerajinan tangan dan budaya. Daun lontar juga telah lama digunakan sebagai media penulisan naskah, yang dikenal sebagai naskah lontar.
Selain itu, daunnya adalah bahan baku penting untuk berbagai produk kerajinan, termasuk kipas, tikar, topi, aneka keranjang, dan tenunan pakaian. Di Timor, daun lontar juga digunakan dalam pembuatan sasando, alat musik tradisional khas daerah tersebut.
Bagian tangkai dan pelepah daunnya dapat diolah menjadi sejenis serat yang kuat. Serat ini dulunya banyak digunakan di Sulawesi Selatan untuk menganyam tali atau membuat songkok, semacam tutup kepala tradisional.
Pohon lontar ternyata juga memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan dan energi. Kayu dari batang lontar bagian luar dikenal sangat berkualitas; berat, keras, dan berwarna kehitaman. Karena kekuatannya, kayu ini sering dimanfaatkan sebagai material bangunan atau untuk membuat perkakas dan barang kerajinan lainnya.
Sementara itu, pelepah daun siwalan dapat berfungsi sebagai bahan bakar untuk memasak, menjadikannya sumber daya yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Berkat manfaatnya yang melimpah, dari buah hingga kayu, pohon lontar tidak hanya berperan sebagai elemen ekologi, tetapi juga sebagai tulang punggung ekonomi dan budaya bagi masyarakat di seluruh Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....